tirto.id - Pemerintah federal Amerika Serikat memberhentikan operasionalnya sejak Rabu (1/10/2025) atau dikenal dengan America Shutdown. Hal ini setelah Kongres AS gagal mencapai kesepakatan soal anggaran fiskal. Lalu, seperti apa dampak America Shutdown, khususnya di negara adidaya tersebut?
Mandeknya persetujuan anggaran membuat sebagian besar layanan pemerintah tidak lagi berjalan normal. Pegawai federal yang tidak masuk kategori esensial mulai dirumahkan tanpa mendapat gaji. Beberapa layanan penting tetap beroperasi, namun dengan sumber daya yang terbatas.
Situasi ini bukan pertama kalinya terjadi dalam sejarah politik AS. Sejak tahun 1980, penutupan pemerintahan federal telah berulang kali muncul akibat konflik fiskal di Kongres.
Apa itu America Shutdown?
America Shutdown merujuk pada kondisi ketika pemerintah federal Amerika Serikat menghentikan sebagian operasionalnya karena tidak memiliki otorisasi anggaran. Penutupan ini terjadi saat Kongres AS tidak menyetujui rancangan anggaran sebelum jatuhnya tahun fiskal baru yang dimulai setiap 1 Oktober. Tanpa persetujuan itu, lembaga pemerintah tidak dapat menjalankan fungsi yang menggunakan dana publik.
Dalam sistem hukum AS, presiden mengajukan proposal anggaran ke Kongres untuk dibahas dan disahkan. Jika tidak ada persetujuan, layanan pemerintahan non-esensial wajib dihentikan sementara. Shutdown atau penghentian operasional pemerintahanberlangsung hingga Kongres mencapai kesepakatan dan undang-undang anggaran diteken.
Penyebab America Shutdown 2025
Penghentian pemerintahan Amerika Serikat tahun ini dipicu gagalnya Kongres mencapai kesepakatan anggaran fiskal 2025/2026. Usulan anggaran dari Presiden Trump yang didukung Partai Republik sudah dibuat untuk jangka satu tahun mendatang. Hanya saja, pihak Partai Demokrat dikabarkan belum memberikan dukungan.
Masalah yang menimbulkan kebuntuan terkait pemangkasan dana Medicaid dan isu kredit pajak kesehatan. Trump berencana menurunkan pendanaan program kesehatan untuk kelompok berpenghasilan rendah.
Demokrat menolak hal tersebut dan ingin meminta perlindungan jaminan kesehatan dan perpanjangan subsidi premi. Di sisi lain Trum bersama Partai Republik berharap usulan yang tertuang dalam "RUU Besar dan Canti" itu disetujui dan disahkan.
Urusan pemangkasan dana Medicaid cukup penting diselesaikan. Alasannya, dana Medicaid selama ini menjadi sumber untuk pendanaan asuransi kesehatan AS. Jika sampai dipotong dananya, maka masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah akan terdampak.
Penyebab lainnya, Demokrat juga ingin kredit pajak diperpanjang. Dengan perpanjangan tersebut maka besaran premi asuransi kesehatan yang diatur dalam UU Kesehatan Murah menjadi terjangkau.
Perdebatan inilah yang mesti selesai di Kongres AS. Sebelum tercapai kesepakatan, America Shutdown akan terus berjalan.
Dampak America Shutdown
Penghentian operasional pemerintahan federal Amerika Serikat berdampak langsung pada layanan publik, perekonomian hingga pemberhentian pegawai untuk sementara. Banyak layanan pemerintah terhenti atau terganggu selama shutdown. Pegawai pemerintah yang terdampak akan dirumahkan.
Dikutip dari BBC, berikut berbagai pengaruh lainnya pada jalannya pemerintahan dan hal-hal yang dapat dirasakan warga AS:
1. Masalah dalam penerbangan
Shutdown menyebabkan potensi penundaan penerbangan. Staf pengatur lalu lintas udara hingga petugas keamanan dapat memilih tetap di rumah ketimbang mereka bekerja tanpa dibayar.Masalah juga terjadi pada pengurusan paspor. Proses pengurusan paspor berjalan dan memengaruhi perjalanan internasional.
2. Pegawai pemerintah tidak mendapatkan gaji
Selama shutdown, pegawai pemerintah tidak memperoleh gaji. Lebih dari 300 ribu pegawai akan dirumahkan.Departemen di AS paling terdampak yaitu Departemen Pertahanan yang akan merumahkan 334.904 pegawai. Selanjutnya, disusul Departemen Kesehatan 32.460 orang, Departemen Perdagangan 34.711 orang, Departemen Luar Negeri 16.651 orang, dan NASA 15.094 orang.
3. Masalah pada layanan kesehatan dan bantuan sosial
Program kesehatan untuk warga lanjut usia dan miskin seperti Medicare dan Medicaid tetap berjalan. Hanya saja, pelaksanaan program ni menjadi kekurangan staf sehingga berpotensi memperlambat pelayanan.Bantuan pangan seperti Program Nutrisi Tambahan untuk Wanita, Bayi, dan Anak-anak (WIC) terancam kehabisan dana. Selain itu, pekerjaan di lembaga penanggulangan bencana juga mengalami masalah operasional.
4. Perubahan operasional kebun binatang dan museum
Kebun binatang nasional tetap memberikan perawatan pada hewan. Hanya saja, ada beberapa layanan seperti siaran webcam populer dihentikan sementara.Museum besar seperti Smithsonian tetap buka menggunakan dana cadangan, meski operasional terbatas. Shutdown mengurangi beberapa aktivitas non-esensial yang biasanya mendukung pengalaman pengunjung.
5. Layanan pos tetap berjalan
Layanan Pos Amerika Serikat tidak terdampak penutupan karena bukan bagian dari anggaran federal. Semua kantor pos tetap buka dan beroperasi normal.Pendanaan layanan pos berasal dari hasil penjualan produk dan jasa. Dengan demikian, operasional tidak bergantung pada persetujuan anggaran pemerintah yang memerlukan persetujuan Kongres AS.
Pembaca yang ingin mengikuti berita Internasional dapat klik tautan di bawah ini.
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id




























