tirto.id - Kerjaan Arab Saudi menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan seluruh kemampuan guna merespons serangan Iran yang dinilai mengganggu keamanan dan stabilitas kawasan Timur Tengah.
Hal tersebut disampaikan dalam sidang kabinet Arab Saudi pada Selasa (3/3/2026)—yang dipimpin oleh Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammed bin Salman—sebagai bentuk solidaritas penuh Arab Saudi terhadap negara-negara sahabat yang wilayahnya menjadi sasaran serangan Iran.
Sidang tersebut juga membahas perkembangan terbaru di kawasan pasca serangan Iran serta dampaknya terhadap keamanan dan stabilitas regional maupun internasional.
Kabinet meninjau dinamika situasi di kawasan dan menegaskan bahwa Arab Saudi akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan serta melindungi wilayah, warga negara, dan para penduduknya.
Pemerintah Arab Saudi turut menyampaikan apresiasi atas sikap para pemimpin negara-negara sahabat dan negara-negara persaudaraan yang mengecam serangan Iran yang disebut tercela dan telah menghantam Arab Saudi, negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), serta Yordania.
"Selain itu, Kabinet juga meninjau fasilitas dan layanan yang diberikan kepada warga negara GCC yang tertahan di bandara-bandara Arab Saudi. Pemerintah memastikan kenyamanan mereka selama berada di “rumah kedua” hingga situasi memungkinkan untuk kembali dengan aman ke negara masing-masing," tulis Saudi Press Agency (SPA) dalam keterangan resminya, Rabu (4/3/2026).
Sebelumnya diberitakan, Arab Saudi menutup kilang minyak domestik terbesarnya imbas serangan Amerika Serikat (AS) serta Israel ke Iran, Senin (2/3/2026). Serangan tersebut memaksa penutupan fasilitas minyak dan gas di seluruh Timur Tengah.
Reuters melaporkan gelombang serangan di kawasan itu berlanjut hingga hari ketiga yang mengakibatkan penghentian sementara sebagai langkah pencegahan atas sebagian besar produksi minyak di Kurdistan Irak dan beberapa tempar produksi gas Israel. Hal ini lantas membatasi ekspor minyak ke Mesir.
Raksasa minyak milik Arab Saudi, Saudi Aramco, kilang Ras Tanura berkapasitas 550.000 barel per hari ditutup sebagai langkah pencegahan. Kilang itu merupakan bagian kompleks energi di pesisir teluk Arab Saudi, berfungsi sebagai terminal ekspor penting bagi minyak mentah negara tersebut.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id































