Apple Akan Setop Produksi iMac Pro Fokus Model Standar

Oleh: Shanti Dwi Jayanti - 12 Maret 2021
Dibaca Normal 1 menit
Apple sibuk memperbarui model iMac standar lantaran model inilah yang paling populer di kalangan pengguna.
tirto.id - iMac Pro, komputer paling bertenaga keluaran Apple, dikabarkan akan berhenti diproduksi. Hal ini diketahui dari laman resmi Apple yang menampilkan komputer All-in-One itu.

Di laman perangkat itu memang masih tersedia dengan harga USD 4.999, tetapi tersemat keterangan while supplies last atau selama persediaan masih ada.

Dilansir CNN, Apple mengatakan, jika persediaan telah habis, iMac Pro sudah tak ada lagi. Namun jika konsumen ingin membeli produk ini, iMac Pro masih tersedia dari retailer pihak ketiga.

iMac Pro sendiri awalnya dikenalkan pada 2017 dan digadang-gadang sebagai lini iMac yang performanya paling unggul. Komputer ini menyasar kalangan kreatif dan profesional. Fitur-fitur yang ada di dalamnya mengakomodir pengguna terkait kebutuhan grafis dan rendering 3D.

Akan tetapi, Apple setelah itu justru sibuk memperbarui model iMac standar lantaran model inilah yang paling populer di kalangan pengguna. Lini iMac terakhir diperkenalkan pada Agustus 2020 yang mengusung layar 5K dan penyimpanan hingga 8TB.


Apple disebut akan mendatangkan versi iMac baru pada akhir tahun ini dengan desain anyar. Desktop all-in-one itu juga dilaporkan akan memakai prosesor Apple Silicon sebagai pengganti prosesor dari Intel Corp.

Dilansir Bloomberg, model baru itu nantinya akan memiliki pinggiran sekitar layar yang lebih ramping. Apple berencana akan meluncurkan 2 versi dengan nama kode J456 dan J457 untuk menggantikan model 21.5 inci dan 27 inci. Redesign yang dimaksud dikatakan akan menjadi pembaruan visual paling besar untuk produk-produk Apple tahun ini.

Meskipun industri komputer sudah berfokus ke laptop, tetapi lini iMac masih menjadi bagian kunci pada portofolio Apple.

Saat dirilis pada 1998, produk iMac perdana telah berhasil membantu Apple lolos dari kebangkrutan sebelum akhirnya perusahaan yang berbasis di Cupertino itu menjadi salah satu perusahaan paling berharga di dunia.




Baca juga artikel terkait IMAC atau tulisan menarik lainnya Shanti Dwi Jayanti
(tirto.id - Teknologi)

Penulis: Shanti Dwi Jayanti
Editor: Ibnu Azis
DarkLight