Apakah Menangis Membatalkan Puasa Ramadhan Atau Mengurangi Pahala?

Oleh: Yulaika Ramadhani - 15 April 2021
Dibaca Normal 1 menit
Menangis tidak membatalkan puasa, namun apakah menangis mengurangi pahala puasa?
tirto.id - Puasa Ramadhan tahun ini dimulai Selasa, 13 April 2021. Puasa secara istilah bermakna menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan sejak terbit fajar (waktu subuh) hingga terbenamnya matahari (waktu magrib) dengan niat karena Allah.

Terdapat sejumlah hal yang bisa membatalkan puasa. Bukan hanya makan dan minum di siang hari dengan sengaja, tetapi juga berhubungan suami-istri pada siang hari hingga haid untuk perempuan.

Terdapat 10 perkara yang membatalkan puasa, dikutip dari Ulama mazhab Syafi'i, Syekh Abu Syuja' dalam Matnu Abu Syuja', yaitu:

1. masuknya sesuatu ke rongga bagian dalam tubuh (jauf) atau kepala,
2. memasukkan sesuatu melalui qubul (saluran kelamin pria/wanita) atau dubur (saluran anus),
3. sengaja muntah,
4. sengaja berhubungan badan,
5. mani keluar karena sentuhan kulit,
6. haid,
7. nifas,
8. gila,
9. pingsan sepanjang hari selama puasa,
10. murtad.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana hukum seseorang yang menangis saat berpuasa? Apakah puasanya batal atau tidak?

M. Ali Zainal Abidin dalam "Apakah Menangis Dapat Membatalkan Puasa?" menjelaskan, jika air mata yang mengalir kemudian masuk ke mulut, bercampur liur, lantas ditelan ke dalam tenggorokan. Dalam hal ini, air mata jadi sesuatu yang masuk ke rongga tubuh.

Mengapa menangis tak membatalkan puasa?

Salah satu alasan mendasarnya adalah karena mata bukanlah termasuk bagian dari jauf (anggota tubuh manusia yang mempunyai rongga atau ruang), serta dalam mata tidak ada saluran yang mengarahkan benda menuju tengorokan, demikian dijelaskan dalam kitab Rawdah at-Thalibin, dilansir Nu Online.

Kemudian, apakah Marah dan Menangis Mengurangi Pahala Puasa?

Menangis tidak membatalkan puasa, namun apakah menangis mengurangi pahala puasa?

Nabi bersabda bahwa banyak orang puasa, tetapi ibadah tersebut menjadi sia-sia, "Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga,” (H.R. Thabrani).

Sehingga pertanyaan selanjutnya adalah, apakah alasan menangis tersebut. Terdapat sejumlah alasan yang menyebabkan seseorang menangis. Misalnya, seseorang yang menangis karena membaca Alquran, bersyukur, atau teringat dosa pada masa lalu.

Seseorang yang demikian, dilukiskan dalam sabda Nabi Muhammad, "Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya," (HR. Tirmidzi).

Berbeda misalnya dari menangis karena hal yang sia-sia atau menangis berlebihan. Pada dasarnya, seseorang yang berpuasa mesti menghindari hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa, termasuk perkataan yang sia-sia (laghwu), juga perkatan jorok/porno (rafats).

Rasulullah bersabda, “Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rafats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa,” (HR. Ibnu Majah dan Hakim).


Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2021 atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Gaya Hidup)

Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Fitra Firdaus
DarkLight