Menuju konten utama
Info Kesehatan

Apa Saja Gejala Kolesterol Tinggi & Berapa Batas Normal Kolesterol?

Apa saja gejala kolesterol tinggi dan berapa batas normal kadar kolesterol seseorang?

Apa Saja Gejala Kolesterol Tinggi & Berapa Batas Normal Kolesterol?
Ilustrasi kolesterol. foto/istockphoto

tirto.id - Kolesterol tinggi bisa dialami oleh anak-anak hingga orang dewasa tanpa mengenal jenis kelamin.

Penerapan gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan makan makanan tinggi lemak merupakan hal utama yang bisa menyebabkan seseorang terkena kolesterol tinggi.

Makanan tinggi lemak dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah dan bisa menyebabkan tumpukan lemak di pembuluh darah, serta akan berakibat buruk untuk kesehatan.

Dilansir lamanHealthline, kolesterol tinggi biasanya bisa menyebabkan kejadian darurat seperti stroke atau serangan jantung karena adanya penumpukan plak di arteri.

Ini juga dapat menyebabkan penyakit jantung dan komplikasi lainnya.

Gejala Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun. Kendati demikian, pada banyak kondisi kolesterol tinggi berpotensi mengakibatkan kondisi tak terduga dan terjadi secara tiba-tiba, misalnya, serangan jantung atau stroke.

Peristiwa tersebut biasanya tidak terjadi sampai kolesterol tinggi mengarah pada pembentukan plak di arteri.

Plak dapat mempersempit arteri sehingga darah yang mampu melewatinya hanya sedikit.

Pembentukan plak mengubah susunan lapisan arteri Anda. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius.

Cara untuk mengetahui kadar kolesterol adalah melalui tes darah.

Idealnya, tes kolesterol bisa dilakukan setelah seseorang berusia 20 tahun. Setelah itu, kadar kolesterol bisa dicek setiap 4 hingga 6 tahun.

Berdasarkan informasi dari lamanMayoClinic, diagnosa tes darah untuk memeriksa kadar kolesterol disebut panel lipid atau profil lipid yang cakupannya meliputi data:

  • Total kolesterol;
  • LDL kolesterol;
  • Kolesterol HDL;
  • Trigliserida — sejenis lemak dalam darah.
Saat melakukan pemeriksaan kadar kolesterol, umumnya Anda diharuskan berpuasa, tidak mengonsumsi makanan atau cairan selain air, selama sembilan hingga 12 jam sebelum tes.

Namun beberapa tes kolesterol tidak memerlukan puasa, tergantung instruksi dan saran dari dokter yang memeriksa.

Beberapa faktor risiko yang mengharuskan Anda untuk melakukan pengecekan kadar kolesterol lebih sering, di antaranya:

  • Memiliki tekanan darah tinggi;
  • Kelebihan berat badan;
  • Merokok.

Batas Normal Kadar Kolesterol

Berdasarkan riset dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI, batas normal kolesterol yang baik tidak lebih dari 200 mg/dL.

Untuk kadar kolesterol total (gabungan antara kolesterol baik, kolesterol jahat, dan trigliserida) yang menyentuh angka 200-239 mg/dL, maka sudah termasuk kategori agak tinggi.

Sementara itu, untuk kadar kolesterol yang dinilai tinggi, yakni apabila kadar kolesterol Anda mencapai lebih dari 249 mg/dL.

Pemeriksaan kadar kolesterol sebaiknya dilakukan secara berkala selama 5 tahun sekali sejak usia 20 tahun.

Sebagai catatan khusus, pemeriksaan kadar kolesterol perlu lebih rutin dilakukan bagi Anda penderita obesitas atau tekanan darah tinggi yang berusia di atas 45 tahun untuk pria dan wanita berusia 65 tahun ke atas.

Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan lainnya dari Nurul Azizah

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Dhita Koesno