Apa Jadinya Timnas Spanyol Tanpa Catalunya dan Basque?

Oleh: Taufiq Nur Shiddiq - 4 Oktober 2017
Dibaca Normal 2 menit
Bukan hanya rakyat Catalunya yang punya persoalan dengan Spanyol, namun juga orang Basque.
tirto.id - Xavi Hernandez dan Cesc Fabregas selalu menjadi pemain utama saat tim nasional Spanyol mendominasi sepakbola dunia dari 2008 hingga 2012 (Juara Eropa 2008-2012, Juara Dunia 2010). Keduanya adalah gelandang yang cakap dalam mengumpan dan mengendalikan permainan. Keduanya lahir di wilayah Catalunya.

Carles Puyol adalah pemain bertahan utama dalam keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010. Gerard Pique sama pentingnya di Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012. Keduanya lahir di wilayah Catalunya.

Selain keempat pemain tersebut, masih ada enam pemain Catalunya lain yang ambil bagian dalam dominasi Spanyol. Spanyol tanpa pemain Catalunya adalah Kesebelasan tim nasional yang tak menakjubkan. Tidak bisa dibilang lemah, tapi cukup jauh dari mempesona.

Tim Nasional Catalunya

Referendum Catalunya yang memicu kekerasan dan kehebohan melahirkan pertanyaan: jika Catalunya merdeka dari Spanyol, akan sehebat apa tim nasional Catalunya?


Ada beberapa hal yang perlu diingat sebelum menjawab pertanyaan tersebut. Pertama, Catalunya sudah memiliki Kesebelasan Catalunya, namun statusnya adalah kesebelasan perwakilan, bukan kesebelasan nasional. Kesebelasan Catalunya berada di bawah Federasi Sepak Bola Catalunya (Federacio Catalana de Futbol ‒ FCF) yang didirikan pada 1990.

Baca juga:

Kedua, para pemain bintang seperti Pique dan Fabregas tidak akan bisa membela Kesebelasan Nasional Catalunya karena aturan FIFA melarang seorang pemain untuk membela lebih dari satu kesebelasan nasional di level senior.

Situasi bisa lain jika Catalunya benar-benar merdeka dan mendapat pengakuan diplomatik dari komunitas internasional, termasuk FIFA. Pique, dkk., bisa saja bermain untuk bendera Catalunya. Namun referendum Catalunya sendiri tidak atau -- setidaknya -- belum diakui.

Baca juga: Referendum Catalunya: 90 Persen Warga Memilih Merdeka

Potensi Kesebelasan Nasional Catalunya

Dalam daftar pemain terbaru tim nasional Spanyol terdapat empat pemain Catalunya: Jordi Alba, Marc Bartra, Gerard Pique, dan Sergio Busquets. Anggaplah mereka merupakan empat pemain terbaik Catalunya saat ini, maka Kesebelasan Catalunya sudah memiliki satu bek kiri, dua bek tengah, dan satu gelandang. Namun empat pemain tak cukup untuk satu kesebelasan.

Hector Bellerin (Arsenal) bisa melengkapi satu posisi kosong di barisan pertahanan. Pau Lopez (RCD Espanyol) pantas diandalkan sebagai penjaga gawang utama walau penampilannya musim ini masih jauh dari memuaskan.

Pengalaman Cesc Fabregas membuatnya masih layak menjadi satu dari tiga gelandang utama tim nasional Catalunya. Sedangkan Sergi Roberto (Barcelona) pantas melengkapi trio gelandang, untuk memastikan lini tengah Catalunya memiliki kesamaan visi ‒ Busquets, Fabregas, dan Roberto sama-sama belajar di akademi sepak bola Barcelona.

Trio penyerang Gerard Deulofeu (Barcelona), Gerard Moreno (RCS Esanyol), dan Keita Balde (Monaco) tidak memiliki kesamaan visi trio gelandang, namun ketiganya sama-sama masih muda. Prima untuk permainan menyerang yang cepat.

Gabungan sebelas pemain ini, bahkan dengan Josep Guardiola sebagai juru taktik, masih jauh dari sempurna. Namun begitu pula dengan tim nasional Spanyol tanpa mereka.

Baca juga: Barcelona, Espanyol dan Girona Ikut Aksi Mogok di Catalunya

Infografik Timnas spanyol tanpa catalunya

Kesebelasan Nasional Basque

Catalunya bukan satu-satunya suku bangsa yang memendam persoalan dengan Spanyol. Basque (serta Andalusia, Aragon, dan Galicia) juga memiliki ketegangan tersendiri. Catalunya dan Basque sama-sama lantang berpolitik lewat sepakbola, khususnya melalui FC Barcelona dan Athletic Bilbao sebagai kendaraan utamanya.

Kesamaan paham antara keduanya pernah ditandai oleh sebuah pertandingan ikonik. Barcelona, yang warna seragam kandangnya adalah biru-merah, memutuskan untuk mengenakan seragam tandang saat menjamu Athletic pada 13 September 2014 ‒ dua hari setelah Hari Nasional Catalunya. Seragam tandang Barcelona berwarna merah-kuning, warna Senyera (bendera Catalunya). Athletic sendiri mengenakan seragam kaus hijau, celana putih, dan kaus kaki merah yang sesuai dengan warna Ikurrina (bendera Basque).

Baca juga: 844 Orang Terluka Akibat Kericuhan Saat Referendum

Dengan kesamaan paham seperti itu, kurang adil jika tidak menyinggung (potensi) tim nasional Basque saat membahas/membayangkan tim nasional Catalunya.

Tim nasional Basque lebih muda dibayangkan atau lebih tepatnya lagi tidak perlu. Athletic pada dasarnya adalah tim nasional Basque. Kesebelasan tersebut memantapkan hati untuk hanya memakai pemain yang berasal dari wilayah Basque. Tidak ada satu pun pemain non-Basque yang boleh atau bisa membela Athletic.

Walau demikian, Athletic bukanlah susunan terbaik tim nasional Basque. Semua pemain Athletic memang berdarah Basque, tapi tidak semua pemain Basque bermain untuk Athletic. Dua gelandang terbaik Basque ‒ Javi Martinez (Bayern Muenchen) dan Ander Herrera (Manchester United) ‒ saat ini tidak bermain di Athletic. Xabi Alonso, salah satu gelandang terbaik Basque sepanjang masa, bahkan tidak pernah membela Athletic.

Spanyol tanpa Catalunya dan Basque

Tim nasional Spanyol mendaftarkan 34 pemain berbeda untuk Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012. Sepuluh di antaranya berasal dari Catalunya dan tiga lainnya dari Basque. Tanpa para pemain Catalunya dan Basque dalam susunan pemainnya, Spanyol mustahil mendominasi sepakbola dunia selama tiga kejuaraan.

Catalunya dalam susunan terbaru tim nasional Nasional Spanyol diwakili Jordi Alba, Marc Bartra, Gerard Pique, dan Sergio Busquets. Basque diwakili oleh Kepa Arrizabalaga, Alvaro Odriozola, Cesar Azpilicueta, Nacho Monreal, Asier Illarramendi, dan Aritz Aduriz.

Tanpa para pemain Catalunya dan Basque, susunan terbaru tim nasional Spanyol akan berisi tiga belas pemain. Jumlah itu bahkan tidak cukup untuk memenuhi syarat sebelas pemain utama dan tujuh pemain cadangan. Jangankan sempurna; tanpa Catalunya dan Basque, Spanyol lengkap pun tidak.

Baca juga artikel terkait REFERENDUM CATALUNYA atau tulisan menarik lainnya Taufiq Nur Shiddiq
(tirto.id - Olahraga)

Reporter: Taufiq Nur Shiddiq
Penulis: Taufiq Nur Shiddiq
Editor: Zen RS
DarkLight