Menuju konten utama

Mengapa Hamas Mampu Tembus Iron Dome Kubah Pertahanan Israel?

Iron Dome merupakan sistem pertahanan udara milik Israel yang anti-roket, anti-mortir, dan anti-artileri.

Mengapa Hamas Mampu Tembus Iron Dome Kubah Pertahanan Israel?
Baterai sistem rudal pertahanan Iron Dome Israel, dikerahkan untuk mencegat tembakan roket dari Jalur Gaza, di Ashkelon, Israel selatan, Minggu, 7 Agustus 2022. (Foto AP/Ariel Schalit)

tirto.id - Israel memiliki sistem pertahanan udara canggih bernama Iron Dome, yang mulai digunakan sejak tahun 2011. Kubah Besi ini diklaim mampu mencegah serangan lawan lewat udara. Lantas, mengapa Hamas mampu menembusnya?

Selama 1 dekade terakhir, Israel mengandalkan Iron Dome untuk menghadapi lintasan serangan udara dari wilayah tetangga.

Sistem ini disebut berteknologi paling canggih di dunia. Radarnya mampu mendeteksi hingga menghancurkan objek ancaman sebelum menimbulkan kerusakan di Israel.

Meski dinilai canggih, Iron Dome justru kebobolan saat Hamas Palestina meluncurkan ribuan roket pada Sabtu, 7 Oktober 2023.

Bagaimana Cara Kerja Iron Dome?

Iron Dome merupakan sistem anti-roket, anti-mortir, dan anti-artileri. Alat-alat itu bekerja untuk mencegat peluncuran roket dari jarak sejauh 2,5 hingga 43 mil.

Mengutip NBC News yang bersumber dari laporan Congressional Research Service, Iron Dome mempunyai radar yang mendeteksi kedatangan roket, menganalisa rute, lintasannya, serta target yang dituju.

Pusat komando dan kontrol kemudian menerima informasi dan meluncurkan rudal Tamir yang berguna untuk mencegat rudal lawan.

Israel setidaknya memiliki 10 baterai Iron Dome di seluruh penjuru wilayahnya untuk melindingi area seluas 58 mil persegi.

Latar belakang dibuatnya Iron Dome adalah gara-gara perang Israel melawan pasukan Hizbullah Lebanon pada 2006 silam.

Kala itu, ribuan roket Hizbullah menerjang Israel hingga menyebabkan kerusakan parah. Puluhan korban meninggal dan terjadi evakuasi secara besar-besaran.

Sistem pertahanan udara Iron Dome lantas dibuat oleh perusahaan Israel, Rafael Advanced Defense Systems dan Israel Aerospace Industries.

Mereka mendapatkan dukungan penuh dari sekutu utamanya, AS, yang kabarnya memberikan dana hampir 3 miliar dolar AS untuk sistem tersebut.

Mengutip laman Rafael Advanced Defense Systems,Iron Dome mulai dioperasikan Angkatan Udara Israel pada April 2011, setelah melewati masa pengembangan selama 2,5 tahun.

Sistem ini diklaim menjadi satu-satunya sistem multi-misi di dunia yang bisa mengalahkan Very Short Range (VSHORAD), ancaman roket, artileri dan mortir (C-RAM), pesawat terbang, helikopter, UAV, PGM, dan rudal jelajah.

Iron Dome bekerja selama 24 jam penuh dalam segala kondisi cuaca untuk pertahanan udara dan darat, dengan sistem portabel serta dapat ditarik truk.

Selama 10 tahun beroperasi, Iron Dome sudah mencegat ribuan objek yang berusaha menerobos Israel.

Iron Dome terdiri dari 2 sistem yang bergerak secara mobile. Pertama, I-DOME versi mobile yang sangat lengkap dan berada dalam satu truk.

Tugasnya memberikan perlindungan bagi pasukan bermotor atau mekanik serta pertahanan udara untuk instalasi militer, industri, dan administrasi.

Kedua, C-DOME. Ini digunakan angkatan laut. Mereka melindungi aset angkatan laut dan darat dari ancaman balistik, ancaman dari udara dan permukaan ke permukaan.

Apa Kelemahan Iron Dome & Mengapa Hamas Mampu Menembusnya?

Pada Sabtu, (7/10), Hamas meluncurkan 5.000 roket dalam hitungan 20 menit. USA Today mewartakan, Pasukan Pertahanan Israel menembak jatuh 2.200 roket.

Serangan dengan intensitas yang sangat tinggi dalam waktu bersamaan membuat sistem Iron Dome sangat kewalahan.

Mereka membutuhkan waktu untuk melakukan isi ulang senjata. Persediaan rudal pertahanan sudah habis untuk menangkal ribuan roket yang datang dalam tempo 20 menit.

"Berkat Kubah Besi (Iron Dome), kami tidak mengalami korban jiwa yang luar biasa akibat roket yang ditembakkan," kata Jonathan Conricus, juru bicara IDF (Israel Defense Forces).

Berangkat dari peristiwa tersebut, Malcolm Davis, seorang analis senior strategi pertahanan asal Australian Strategic Policy Institute, menyebutkan salah satu strategi untuk bisa mengalahkan kecanggihan Iron Dome Israel adalah membuatnya kewalahan.

Hal itu menjadi salah satu kelemahan Iron Dome maupun sistem pertahanan udara lainnya di dunia. "Anda telah melihat rekaman rudal pencegat (Israel) yang meledakkan roket Hamas di udara, tetapi jumlah rudal pencegat terbatas," kata Malcolm.

"Salah satu cara untuk mengalahkannya adalah dengan membuatnya kewalahan. Dan itu adalah kelemahan sistem pertahanan udara mana pun," sambungnya.

Ben Barry, peneliti senior di International Institute of Strategic Studies, juga memberikan jawaban yang sama. Serangan ribuan roket di udara dalam tempo singkat tidak akan mampu diantisipasi sebuah sistem pertahanan udara.

"Dengan ribuan roket di udara dalam waktu yang sangat singkat, tidak ada satupun sistem pertahanan udara di dunia yang akan mampu mengatasinya," beber Ben.

Baca juga artikel terkait PERANG ISRAEL VS PALESTINA atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Politik
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Alexander Haryanto