Menuju konten utama

Apa Itu Incumbent dalam Pilkada 2024 dan Keuntungannya?

Pengertian incumbent dalam Pilkada 2024 dan apa saja keuntungan untuk menjadi incumbent dalam pemilihan kepala daerah.

Apa Itu Incumbent dalam Pilkada 2024 dan Keuntungannya?
Dua pekerja menata kotak suara yang sudah dikemas di gudang logistik pemilu KPU Kota Surabaya di Margomulyo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (20/1/2024).ANTARA FOTO/Didik Suhartono/aww.

tirto.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merilis tahapan dan jadwal pelaksanaan Pilkada 2024 yang terdiri atas Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Pemilihan Bupati (Pilbup) tahun 2024.

Pemungutan suara untuk Pilkada atau Pemilihan Kepala Daerah 2024 sendiri dijadwalkan serentak pada 27 November 2024 di seluruh Indonesia.

Sebelum pemungutan suara, tentu terdapat rangkaian kegiatan yang digelar, berikut adalah tahapan Pilkada Serentak 2024 yang tertuang dalam PKPU Nomor 2 tahun 2024:

  • Pemberitahuan dan Pendaftaran Pemantau Pemilihan: 27 Februari-16 November 2024
  • Penyerahan Daftar Penduduk Potensial Pemilih: 24 April-31 Mei 2024
  • Pemenuhan Persyaratan Dukungan Pasangan Calon Perseorangan: 5 Mei-19 Agustus 2024
  • Pemutakhiran dan Penyusunan Daftar Pemilih: 31 Mei-23 September 2024
  • Pengumuman Pendaftaran Pasangan Calon: 24-26 Agustus 2024
  • Penelitian Persyaratan Calon: 27 Agustus-21 September 2024
  • Penetapan Pasangan Calon: 22 September 2024
  • Pelaksanaan Kampanye: 25 September-23 November 2024
  • Pelaksanaan Pemungutan Suara: 27 November 2024
  • Penghitungan Suara dan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara: 27 November-16 Desember 2024
Adapun dalam pencalonan Pilkada kerap disebut istilah yang disebut incumbent atau calon petahana, yang dinilai mendapat keuntungan dalam pencalonan Pilkada. Lantas apa yang dimaksud dengan incumbent?

Artikel ini akan mengulas tentang istilah incumbent, mulai dari keterkaitannya dalam pelaksanaan Pilkada hingga keuntungan menjadi incumbent.

Apa Itu Incumbent dalam Pilkada?

Istilah incumbent telah dikenal sejak dulu sebagai strategi dalam dunia bisnis, diadaptasi dari bahasa Inggris yang berarti petahana. Adapun menurut KBBI, petahana berarti pemegang suatu jabatan politik tertentu (yang sedang atau masih menjabat).

Incumbent di mata bisnis sendiri dianggap sebagai sebuah strategi membangun kepercayaan dan tradisi sebagai keunggulan utama.

Incumbent strategis didefinisikan sebagai kemampuan perusahaan yang sudah maju untuk secara dinamis mengubah usia, ukuran, dan tradisi menjadi keunggulan utama kekuatan pasar, hubungan terpercaya dan wawasan mendalam.

Adapun dalam konteks Pilkada, sosok yang disebut sebagai petahana atau incumbent adalah kepala daerah seperti bupati, wali kota, ataupun gubernur yang sedang menjabat ikut dalam pemilihan dan bersaing dengan kandidat lain agar kembali terpilih.

Tak dipungkiri kondisi ini menjadi salah satu faktor menguntungkan bagi incumbent dalam kontestasi Pilkada.

Apa Keuntungan Jadi Incumbent dalam Pilkada?

Senada dengan posisi incumbent dalam bisnis, incumbent dalam Pilkada juga merupakan posisi yang menguntungkan. Dikarenakan dengan menjadi incumbent, calon kepala daerah telah mengantongi kepercayaan dan popularitas di kalangan rakyat dari kiprahnya selama berkuasa 5 tahun.

Berikut adalah sejumlah keuntungan menjadi incumbent dalam Pilkada:

1. Lebih Mudah Bersosialisasi dan Memperkenalkan Diri ke Masyarakat

Tentunya lebih mudah bagi pejabat incumbent atau petahana untuk memperkenalkan diri ke masyarakat dan bersosialisasi. Hal ini dikarenakan eksistensi dan reputasinya sudah disadari dan terbentuk di tengah masyarakat.

2. Memanfaatkan Kompleksitas

Meski kompleksitas memiliki konotasi yang negatif, situasi tersebut mempunyai sisi baik dan juga buruk. Sebagaimana dipaparkan Harvard Business Review, kompleksitas yang buruk contohnya adalah proses birokrasi yang memperlambat keputusan, menciptakan permainan kekuasaan internal, dan menambah kesibukan pada suatu organisasi pemerintahan.

Di sisi lain, peningkatan laba yang juga menciptakan keselarasan, energi dan fokus merupakan kompleksitas yang baik. Petahana yang secara sistematis dapat menghilangkan kompleksitas yang buruk dan efektif meningkatkan kompleksitas baik adalah faktor yang tak bisa ditiru oleh pesaing.

3. Mempertahankan Fokus Jangka Panjang

Incumbent yang sukses menunjukkan kemampuan luar biasa pada agenda jangka panjang akan diuntungkan dalam Pilkada. Hal ini dikarenakan kepercayaan dari rakyat yang puas dengan program petahana, akan cenderung menginginkan berkelanjutan dari agenda jangka panjang tersebut.

4. Memanfaatkan Hubungan Berbasis Kepercayaan dan Kedekatan dengan Rakyat

Keuntungan atau faktor pendorong yang ampuh menjadikan incumbent unggul dalam persaingan Pilkada adalah kepercayaan. Posisi incumbent memungkinkan calon petahana yang kembali maju di Pilkada telah mengantongi hubungan kuat dengan pemangku kepentingan.

Menjadikan mereka paham tentang kebutuhan yang sedang berkembang bahkan menyadari isu-isu penting yang harus ditangani di masa depan.

Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan lainnya dari Aisyah Yuri Oktavania

tirto.id - Politik
Kontributor: Aisyah Yuri Oktavania
Penulis: Aisyah Yuri Oktavania
Editor: Dipna Videlia Putsanra