Menuju konten utama

Apa Itu Friends With Benefits dan Dampak FWB Bagi Perempuan?

FWB merupakan situasi ketika dua orang menjalin hubungan fisik secara intim satu sama lain, namun mereka tidak berkomitmen.

Apa Itu Friends With Benefits dan Dampak FWB Bagi Perempuan?
Ilustrasi friends with benefits. FOTO/Istock

tirto.id - Istilah friends with benefits (FWB) atau jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah teman dengan manfaat tertentu, mungkin tak asing lagi di telinga Anda karena sering terdengar di film maupun acara televisi. Tapi apa sebenarnya FWB itu?

Mengutip laman Brides, FWB merupakan situasi ketika dua orang menjalin hubungan fisik secara intim satu sama lain, namun mereka tidak berkomitmen.

Mereka yang terlibat dalam hubungan FWB menikmati dan menghabiskan waktu bersama, tetapi hubungan mereka tidak melibatkan perasaan romantis, serta tidak memiliki intensitas untuk menjalin hubungan ke jenjang lebih serius.

Walaupun tak lazim, Holly Richmond, seorang sex therapist di Kota New York menjelaskan pada laman Health bahwa bagi sebagian orang, hubungan FWB dapat berjalan lebih baik daripada hubungan monogami yang lebih tradisional.

Misalnya, memulai hubungan kasual dengan pedoman yang jelas bisa jadi bijaksana jika seseorang berada pada titik ketika dia tidak punya waktu untuk berkencan dengan serius. Namun demikian FWB tidak selalu menjadi pilihan tepat bagi semua orang.

Mengutip Pyschology Today, seperti halnya hubungan percintaan, FWB melibatkan perhatian yang signifikan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk teman atau pasangan FWB.

Guna menghindari komitmen, pelaku FWB tidak boleh memiliki ekspektasi, rencanakan kerangka waktu FWB misalnya tidak lebih dari tiga bulan, batasi waktu bersama tidak lebih dari dua jam sehari, bicaralah di telepon hanya sekali atau dua kali seminggu.

Kemudian jangan libatkan orang terdekat dari masing-masing pihak, jangan menginap, dan jangan bermesraan dengan pasangan FWB.

Dampak FWB bagi perempuan

Studi yang dilakukan oleh Justin J Lehmiller dkk pada tahun 2011 bertajuk Sex Differences in Approaching Friends with Benefits Relationship menyebut saat melakukan FWB, seks adalah motivasi yang lebih umum bagi laki-laki untuk memulai hubungan semacam itu, sedangkan hubungan emosional adalah motivasi yang lebih umum bagi perempuan.

Selain itu, laki-laki lebih cenderung berharap bahwa hubungan tetap sama dari waktu ke waktu, sedangkan perempuan mengungkapkan lebih banyak keinginan untuk berubah menjadi romansa penuh atau persahabatan dasar.

Tanpa diduga, baik laki-laki maupun perempuan lebih berkomitmen pada persahabatan daripada aspek seksual dari hubungan tersebut.

Meskipun beberapa kesamaan tambahan muncul, temuan tersebut sebagian besar konsisten dengan anggapan bahwa ekspektasi peran gender tradisional dan standar ganda seksual dapat memengaruhi cara laki-laki dan perempuan melakukan hubungan FWB.

Kemudian, studi ilmiah berjudul Effects of gender and psychosocial factors on "friends with benefits" relationships among young adults oleh Jesse Owen dan Frank D Finchman menjelaskan bahwa laki-laki (54,3%) lebih mungkin dibandingkan perempuan (42,9%) terlibat dalam FWB.

Kemudian, baik laki-laki maupun perempuan melaporkan bahwa hubungan FWB dikaitkan dengan reaksi emosional yang lebih positif daripada yang negatif meskipun perbedaan ini lebih besar untuk laki-laki.

Penggunaan alkohol yang lebih besar terkait dengan keterlibatan dalam hubungan FWB dan hubungan ini lebih kuat untuk perempuan.

Selanjutnya, perhatian tentang keputusan hubungan memoderasi hubungan antara penggunaan alkohol dan terlibat dalam hubungan FWB, dan sekali lagi efek moderasi ini lebih kuat pada perempuan daripada laki-laki.

Orang dewasa muda yang lebih banyak mengalami tekanan psikologis dan merasa terkekang dalam hubungan FWB lebih cenderung melaporkan reaksi emosional negatif.

Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Gaya hidup
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Nur Hidayah Perwitasari