Periksa Data

Apa Dampak Asian Games 2018 Terhadap Perekonomian DKI Jakarta?

Oleh: Hanif Gusman - 4 Juli 2019
Dibaca Normal 3 menit
Asian Games 2018 memang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta. Bagaimana rinciannya?
tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut penurunan pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada 2018 salah satunya disebabkan oleh penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games yang tahun lalu diselenggarakan di Jakarta dan Palembang.

Ajang pesta olahraga antar negara-negara Asia tersebut menurut Anies memberikan dampak ekonomi yang lebih kecil saat tahun penyelenggaraan dibandingkan saat tahun persiapan pada 2017.

"Saat persiapan penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games tahun 2017 dampak ekonomi lebih besar dibandingkan 2018," ungkap Anies dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (1/7) seperti dilansir Kompas.

Meski demikian, Anies menyebut pertumbuhan ekonomi DKI pada 2018 masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun yang sama.

Pertanyaannya: Benarkah penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games berpengaruh terhadap penurunan pertumbuhan ekonomi DKI 2018?

Pertumbuhan ekonomi regional merupakan persentase perubahan produk domestik regional bruto (PDRB) suatu provinsi atau Kabupaten/kota pada tahun tersebut dibandingkan dengan PDRB pada tahun sebelumnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat, pertumbuhan ekonomi DKI pada 2018 sebesar 6,17 persen. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 5,17 persen. Sedangkan PDRB menurut harga berlaku DKI sebesar Rp2.599,17 triliun.


Infografik periksa data Asian Game terhadap perekonomian Jakarta
Infografik periksa data Asian Game terhadap perekonomian Jakarta. tirto.id/Quita


Meskipun tumbuh di atas angka nasional, realisasi pertumbuhan ekonomi tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2017, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta mencapai 6,20 persen dengan total PDRB sebesar Rp2.365,36 triliun. Angka pertumbuhan ekonomi pada 2017 tersebut merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Sedangkan pada 2016, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta tercatat sebesar 5,87 persen dengan PDRB sebesar Rp2.159,07 triliun.

Pendekatan Pengeluaran

Metode penghitungan PDRB dilakukan melalui tiga pendekatan, salah satunya yaitu pendekatan pengeluaran. Beberapa komponen pengeluaran yang menopang PDRB yaitu konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan ekspor-impor.

BPS DKI mencatat pertumbuhan ekonomi DKI pada 2016 salah satunya ditopang oleh komsumsi Lembaga Non-Publik yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang tumbuh 11,34 persen.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi DKI Jakarta dalam Kajian Ekonomi dan Regional Februari 2017 menyebutkan tumbuhnya konsumsi LNPRT tersebut sejalan dengan berlangsungnya serangkaian kegiatan terkait dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dilaksanakan di DKI pada 2017.

Namun, menurut BI, komponen belanja pemerintah yang melemah menahan laju pertumbuhan ekonomi pada tahun tersebut akibat penghematan anggaran dari pemerintah pusat untuk mengurangi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).


Pada 2017, konsumsi LNPRT masih menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi DKI dengan pertumbuhan 12,11 persen. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,20 persen tersebut juga ditopang oleh berlanjutnya peningkatan investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB).

Sebagai catatan, dilansir Bisnis, PMTB merupakan pengeluaran untuk barang modal yang mempunyai umur pemakaian lebih dari satu tahun dan tidak merupakan barang konsumsi. PMBT mencakup bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal, bangunan lain seperti jalan dan bandara, serta mesin dan peralatan.

PMTB pada 2017 tumbuh sebesar 6,03 persen. Angka tersebut naik jika dibandingkan tahun sebelumnya yang tumbuh "hanya" sebesar 1,55 persen.

Menurut KPw BI Provinsi DKI Jakarta, masifnya bangunan dan pembangunan infrastruktur di DKI mendorong pertumbuhan ekonomi pada tahun tersebut. Hal tersebut sejalan dengan persiapan DKI Jakarta untuk menyelenggarakan Asian Games dan Asian Para Games 2018.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahkan dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2017 menambahkan anggaran yang cukup besar untuk fasilitas penunjang Asian Games 2018.

"LRT, Velodrome, dan equestrian itu kan tugas nasional untuk menyukseskan pesta olahraga Asian Games. Itu yang paling tinggi, sampai Rp3,5 triliun. Itu masuk di perubahan," ujar Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah pada Senin (31/7/2017), dilansir Kompas.



Infografik periksa data Asian Game terhadap perekonomian Jakarta
Infografik periksa data Asian Game terhadap perekonomian Jakarta. tirto.id/Quita


Meskipun laju PMTB pada 2018 mengalami perlambatan menjadi 4,67 persen dan menjadi faktor penahan pertumbuhan, ekonomi DKI masih bisa tumbuh di atas 6 persen yaitu sebesar 6,17 persen. KPw BI Provinsi DKI Jakarta dalam Kajian Ekonomi dan Regional Februari 2019 mengatakan penyelenggaraan Asian Games 2018 mendorong tumbuhnya komponen ekspor.

Ekspor jasa saat penyelenggaraan Asian Games 2018 membuat komponen ekspor tumbuh 8,20 persen setelah tahun sebelumnya mencapai 2,26 persen. Komponen impor juga tumbuh 10,34 persen seiring meningkatnya impor barang modal untuk melengkapi pembangunan infrastruktur transportasi massal yang sedang berlangsung.

Pertumbuhan ekonomi DKI 2018 juga didorong oleh konsumsi pemerintah yang tumbuh 16,45 persen setelah tahun sebelumnya 'hanya' tumbuh 3,13 persen. Hal tersebut disebabkan meningkatnya belanja pegawai, sejalan dengan peningkatan nilai Tunjangan Hari Raya (THR) yang diberikan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada 2017 sebagai tahun persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018 memang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada 2018. Selain didorong oleh meningkatnya investasi untuk infrastruktur penunjang Asian Games 2018, penyelenggaraan Pilkada DKI 2017 juga berpengaruh dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi DKI pada 2018 memang tertahan oleh investasi atau PTMB namun didorong oleh komponen lain seperti ekspor, impor, dan konsumsi pemerintah.

Asian Games 2018 memang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta saat tahun persiapan komponen investasi tumbuh. Sedangkan saat tahun pelaksanaan, justru komponen ekspor yang mengalami pertumbuhan.


Baca juga artikel terkait PERIKSA DATA atau tulisan menarik lainnya Hanif Gusman
(tirto.id - Ekonomi)


Penulis: Hanif Gusman
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara
DarkLight