Menuju konten utama

ANTAM Umumkan Kinerja Keuangan Triwulan Pertama Tahun 2024

ANTAM melaporkan kinerja keuangan perusahaan triwulan pertama tahun 2024 dan laba bersih mencapai Rp210,59 miliar.

ANTAM Umumkan Kinerja Keuangan Triwulan Pertama Tahun 2024
Emas Antam 50g. (FOTO/Dok. Antam)

tirto.id - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), anggota PT Mineral Industri Indonesia (Persero) (MIND ID) - BUMN Holding Industri Pertambangan, mengumumkan pencapaian kinerja keuangannya untuk Triwulan Pertama Tahun 2024 (1Q24).

Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan seperti masalah perizinan dan ketidakpastian geopolitik serta fluktuasi harga komoditas global, Sekretaris Perusahaan ANTAM, Syarif Faisal Alkadrie mengatakan bahwa perusahaannya berupaya memaksimalkan kinerja.

Dalam periode ini, ANTAM mencatatkan laba bersih sebesar Rp210,59 miliar, yang didukung oleh produksi dan penjualan komoditas utama, dan menghasilkan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sebesar Rp527 miliar. Penurunan biaya beban pokok penjualan sebesar 4% menjadi Rp8,37 triliun dari periode sebelumnya, juga memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Dari segi posisi keuangan, ANTAM mencatat pertumbuhan 1% dalam nilai ekuitas konsolidasian menjadi Rp31,43 triliun, sementara total liabilitas turun 16% menjadi Rp9,78 triliun. Penurunan signifikan dalam tingkat pinjaman berbunga juga mencerminkan penguatan struktur keuangan perusahaan.

Produksi dan Penjualan Mengalami Peningkatan Signifikan

ANTAM berhasil mempertahankan volume produksi dan penjualan pada tingkat optimal meskipun menghadapi beberapa tantangan operasional. Penjualan bersih mencapai Rp8,62 triliun, dengan penjualan domestik menyumbang sekitar 97% dari total.

“Ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperkuat pangsa pasar dalam negeri,” ujar Syarif Faisal Alkadrie, Sekretaris Perusahaan ANTAM dalam siaran pers perusahaan.

Menurutnya, emas tetap menjadi kontributor utama terhadap penjualan ANTAM, dengan penjualan mencapai Rp7,67 triliun, tumbuh 9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, peluncuran produk emas baru seperti emas batangan Imlek dan Idul Fitri menambah nilai tambah kepada produk Logam Mulia.

ANTAM melalui Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia menjadi satu-satunya pabrik pemurnian emas di Indonesia yang memiliki akreditasi "Good Delivery List Refiner" di London Bullion Market Association (LBMA).

Selanjutnya, kontribusi penjualan dari segmen nikel dan bauksit juga meningkat, menunjukkan diversifikasi portofolio produk perusahaan.

“Rencana untuk memperluas penjualan bauksit di dalam negeri akan memberikan dorongan tambahan bagi pertumbuhan perusahaan di masa mendatang,” jelas Syarif.

Komitmen Terhadap Pengembangan Bisnis Hilirisasi

ANTAM terus menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan industri pertambangan melalui berbagai proyek strategis. Proses commissioning untuk Pabrik Feronikel Haltim berjalan lancar, sementara proyek kerja sama pengembangan ekosistem Electric Vehicle Battery menandai langkah maju dalam mendukung industri kendaraan listrik.

Pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) adalah langkah lain dalam upaya ANTAM untuk meningkatkan nilai tambah produk bauksit. Dukungan langsung dari pemerintah, yang ditunjukkan oleh kunjungan Presiden Joko Widodo ke pabrik SGAR, menjadi bukti komitmen bersama untuk mendukung hilirisasi mineral di Indonesia.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis