Menuju konten utama

Anies Bangun 136 Rumah Korban Kebakaran Pasar Gembrong

Revitalisasi ratusan rumah di Kampung Gembrong, Jakarta Timur, memakan biaya sebesar Rp7,8 miliar.

Anies Bangun 136 Rumah Korban Kebakaran Pasar Gembrong
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pembangunan kembali pemukiman Pasar Gembrong, Jaktim yang sempat terbakar. foto/pemprov DKI Jakarta

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membangun kembali 136 rumah warga korban kebakaran di Pasar Gembrong, Jakarta Timur. Pembangunan permukiman warga di Cipinang Besar Utara itu ditargetkan selesai pada September 2022.

"Hari ini kami melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan ulang. Kampung Gembrong ini direncanakan dinamai Kampung Gembira Gembrong. Ada 136 unit yang nanti akan dibangun di atas lahan 1.200 m² yang menelan biaya Rp7,8 miliar," kata Anies di Kampung Gembrong, Jumat (1/7/2022).

Anggaran senilai Rp7,8 miliar merupakan hasil kolektif yang dikumpulkan oleh Baznas Bazis DKI Jakarta. Salah satunya dari pengumpulan infak dan sadaqah saat salat Idulfitri di Jakarta International Stadium (JIS) awal Mei lalu.

Anies mengatakan pembangunan permukiman Kampung Gembira Gembrong akan berkonsep menghadap ke arah sungai.

"Dengan begitu nantinya kampung ini bisa menjadi salah satu contoh kampung yang dibangun baru, kalau di Inggris namanya water front, keliatan menghadap air, airnya air sungai," ucapnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu meminta kepada pihak yang mengerjakan pembangunan kampung tersebut dapat bekerja dengan jadwal yang tepat, kualitas yang tepat, dan anggaran yang tepat.

"Mereka adalah warga di sini, kebanyakan rakyat, tetapi mereka adalah rakyat yang berhak mendapatkan tempat rumah berkualitas yang sangat baik," pungkasnya.

Lebih lanjut, Anies berharap kerjasama dari seluruh elemen masyarakat untuk ikut membantu mengawasi proses pembangunan Kampung Gembrong, Jakarta Timur.

Baca juga artikel terkait KORBAN KEBAKARAN PASAR GEMBRONG atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Gilang Ramadhan