Anggota Dewan Tak Persoalkan Rencana Bank DKI Lepas Saham ke Publik

Oleh: Fadiyah Alaidrus - 14 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Anggota Komisi C DPRD DKI, Ruslan Amsyari menyatakan BUMD yang tak bergerak di sektor pangan bisa melepas saham ke publik. Oleh karena itu, kata dia, Bank DKI bisa melakukan IPO.
tirto.id - Pemprov DKI Jakarta berencana melepas saham Bank DKI ke publik. Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering atau IPO) Bank DKI direncanakan akan dilakukan pada tahun ini.

Soal rencana ini, anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Ruslan Amsyari menilai Bank DKI merupakan BUMD yang memungkinkan untuk melepas saham ke publik.

“Jadi, [BUMD] yang sifatnya umum, [seperti] Bank DKI mungkin saja [melepas saham ke publik]," kata Ruslan di Gedung DPRD Jakarta pada Senin (14/1/2019).

Menurut Ruslan, BUMD milik Pemprov DKI Jakarta yang tidak boleh melepas saham ke publik ialah yang bergerak di sektor bisnis pangan.

"Karena kalau go public [lepas saham ke publik], harga-harga [pangan] akan bersaing di pasar [ikut mekanisme pasar], dan tidak ada intervensi pemerintah di sana,” ujar Ruslan.

Dia menambahkan Bank DKI sudah pernah melakukan audiensi dengan Komisi C membahas rencana BUMD itu melepas saham ke publik.

"Bank DKI sudah pernah [dibahas]. Kalau Bank DKI, untuk permohonan IPO [Initial Public Offering], sudah ada, sudah audiensi sama kami," kata Ruslan.

Selain Bank DKI, BUMD lainnya yang sudah siap untuk melakukan pelepasan saham ke publik adalah Sementara PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Komisi C DPRD DKI sudah menyetujui hal itu.

"Pertimbangan kami [setujui pelepasan saham ke publik] adalah dalam rangka membesarkan Jakpro dalam segi permodalan, supaya tidak mengikis anggaran APBD," kata Ruslan.

Anggota Komisi C DPRD DKI lainnya, Cinta Mega membenarkan ada rencana Bank DKI melepas saham ke publik.

"Nah, [IPO] Bank DKI, [masih] rencana. Sejauh ini, yang baru diwacanain Jakpro dan Bank DKI," kata dia.

Pada awal Januari 2019 lalu, Direktur Keuangan Bank DKI Sigit Prastowo mengatakan realisasi rencana perusahannya melantai di bursa efek Indonesia masih perlu dibahas dengan beberapa pihak, termasuk DPRD DKI. Jika legislatif setuju maka rencana tersebut akan mudah terealisasi di pada 2019.

Realisasi IPO Bank DKI, kata Sigit juga perlu mempertimbangkan waktu yang tepat. Misalnya, efek momentum Pemilu 2019 terhadap perekonomian.

Jakpro pun sudah bersiap melepas saham ke publik. Berdasar Pasal 7 Perda DKI Jakarta Nomor 10 Tahun 2018 tentang Perseroan Terbatas Jakarta Propertindo, BUMD itu bisa menjual saham ke publik setelah dilakukan penilaian atas aset perseroan terlebih dahulu oleh lembaga penilai independen.



Baca juga artikel terkait BANK DKI atau tulisan menarik lainnya Fadiyah Alaidrus
(tirto.id - Politik)

Reporter: Fadiyah Alaidrus
Penulis: Fadiyah Alaidrus
Editor: Addi M Idhom