Alumni UI Tidak Boleh Kampanye Capres Bawa Nama Institusi

Oleh: Husein Abdulsalam - 10 November 2018
Rektor UI membiarkan para alumni berbeda pendapat dan dukungan kepada Capres dan Cawapres asal tidak membawa nama institusi.
tirto.id - Rektor Universitas Indonesia (UI) Profesor Muhammad Anis tidak membolehkan alumni UI mengatasnamakan institusi UI untuk mendukung kandidat di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Posisi insitusi UI di Pemilu 2019 netral.

"Alumni UI yang menjadi relawan PADI [Prabowo-Sandiaga] ada. Juga ada Pak Ngabalin [Ali Mochtar Ngabalin; pendukung petahana Jokowi]. Kalau Anda tahu, video dari Pak Ngabalin [menyebut] 'UI for Jokowi'. Biarin aja mereka berbeda pendapat selama tidak membawa nama institusi," ujar Anis saat ditemui di Kampus UI Depok, Jawa Barat Sabtu (10/11/2018).

Dia mencontohkan bentuk kalimat dukungan yang tidak dibolehkan adalah, "Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI mendukung X." FIB UI merupakan nama institusi, sehingga tidak boleh dicatut.

"Namun, kalau kalimatnya 'Saya alumni FIB UI, mendukung X', silakan saja." ujar Anis.

Anis juga mengaku, kampus yang dipimpinnya sejak Desember 2014 tersebut siap menjadi tuan rumah debat kandidat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Selama itu resmi acaranya KPU, silakan. Kalau bukan dari KPU, enggak," pungkasnya.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Husein Abdulsalam
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Husein Abdulsalam
Penulis: Husein Abdulsalam
Editor: Irwan Syambudi