tirto.id - Gunung Sinabung di Sumatra Utara mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak Kamis (21/5/2026) malam. Badan Geologi Kementerian ESDM menyebut ada potensi ancaman erupsi dan mengimbau masyarakat sekitar waspada.
Plt Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan pada Jumat (22/5), pihaknya menerima laporan Gunung Sinabung tercatat mengalami tremor terus menerus sejak Kamis malam.
Hasil pemantauan kegempaan di gunung berapi di Kabupaten Karo menunjukkan tremor memiliki amplitudo maksimum 4 milimeter. Getaran secara konstan terjadi sejak Kamis pukul 23.53 WIB dan terus berlangsung hingga Jumat siang.
Tak hanya tremor, Tim Ahli Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut telah terekam gempa hembusan, gempa low frequency, dan gempa hybrid selama periode waktu tersebut. Ketiga gempa tadi sebelumnya jarang terjadi.
Lana mengatakan masyarakat di sekitar Gunung Sinabung perlu waspada dengan potensi bahaya yang dapat terjadi akibat peningkatan aktivitas vulkanik ini. Lana menyebut potensi bahaya itu dapat merupa erupsi freatik maupun erupsi magmatik.
Kondisi Gunung Sinabung Terkini
Dinukil dari laman MAGMA Indonesia yang dikelola oleh PVMBG, status Gunung Sinabung hingga Jumat masih menunjukkan status level II atau waspada. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik gunung ini belum menunjukkan penurunan.
Dinukil dari Antara, pengamatan visual terbaru Gunung Sinabung menunjukkan adanya embusan asap kawah berwarna putih tipis hingga sedang. Asap kawah ini dilaporkan mengembus dengan ketinggian antara 50-500 meter di atas kubah lava.
Badan Geologi memperingatkan bahwa potensi bahaya kini meningkat dalam radius dua kilometer dari puncak Sinabung. Selain zona tersebut, radius sektoral sejauh 3,5 kilometer pada sektor selatan-timur gunung itu juga terdampak potensi bahaya.
Masyarakat sekitar dan publik secara luas disarankan untuk menghindari dua radius tersebut untuk mencegah terancamnya keselamatan.
Potensi ancaman bahaya itu dijelaskan tidak hanya berbentuk erupsi. Masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar di sejumlah aliran sungai dari Sinabung.
Oleh karenanya, masyarakat kini diminta untuk mengikuti perkembangan informasi resmi terkait aktivitas vulkanik terkini dari Sinabung. Sementara itu, koordinasi antara lembaga pemerintah dari pemerintah daerah hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah juga disebut terus diperkuat.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































