Menuju konten utama
Hari Bumi 2023

Aksi WRI #HariBumiSetiapHari untuk Rayakan Earth Day 2023

WRI Indonesia memperingati Hari Bumi tanggal 22 April 2023 dengan menggalakkan kampanye #HariBumiSetiapHari.

Aksi WRI #HariBumiSetiapHari untuk Rayakan Earth Day 2023
WRI Indonesia Ajak Masyarakat Beraksi untuk Bumi Melalui Lokakarya Pertanian Urban dan Mengompos. foto/Dok. WRI Indonesia

tirto.id - World Resources Institute (WRI) Indonesia merayakan Hari Bumi atau Earth Day 2023 yang jatuh pada tanggal 22 April dengan menggalakkan kampanye #HariBumiSetiapHari.

Kampanye tersebut bertujuan untuk mendorong aksi nyata masyarakat dalam melestarikan bumi melalui serangkaian kegiatan edukasi, webinar, dan kompetisi video reels Instagram.

Pada kegiatan akhir dari kampanye ini, WRI Indonesia berkolaborasi dengan Ayo ke Taman dan Kebun Kumara untuk melaksanakan kegiatan “Piknik Jaga Bumi”, yakni lokakarya pertanian urban (urban farming) dan mengompos pada Sabtu, 6 Mei 2023, di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.

WRI Indonesia

WRI Indonesia Ajak Masyarakat Beraksi untuk Bumi Melalui Lokakarya Pertanian Urban dan Mengompos. foto/Dok. WRI Indonesia

Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang peserta dari masyarakat umum. Piknik Jaga Bumi diawali oleh jelajah taman yang dimulai dari Stasiun Cikini, kemudian menuju ke Taman Situ Lembang, dan berakhir di Taman Suropati.

Agenda ini bertujuan untuk mengenalkan ragam ruang terbuka hijau (RTH) dan pentingnya RTH untuk peningkatan kualitas udara perkotaan.

“Selain menjaga lingkungan perkotaan seperti menyerap CO2 dan zat-zat polutan pada udara, RTH dan pohon terbukti sangat baik untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental warga kota,” ujar Ahmad Sahab selaku Tree Inventory Consultant WRI Indonesia.

“WRI Indonesia melalui program Cities4Forests sejak tahun 2019 telah membantu Pemprov DKI Jakarta melaksanakan kebijakan dan program terkait RTH seperti penyusunan Pergub No. 49/2021 tentang taman, Pergub No. 24/2021 tentang pohon, analisis RTH, inventarisasi pohon, dan lain-lain,” tuturnya.

WRI Indonesia

WRI Indonesia Ajak Masyarakat Beraksi untuk Bumi Melalui Lokakarya Pertanian Urban dan Mengompos. foto/Dok. WRI Indonesia

Ari Adipratomo selaku Climate Air Quality Action Lead WRI Indonesia menggarisbawahi pentingnya menjaga kualitas udara perkotaan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Dia juga menyoroti efek udara buruk terhadap masalah kesehatan di Ibu Kota. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia adalah kelompok rentan yang paling utama perlu mendapatkan perhatian khusus.

“Kualitas udara yang buruk bukanlah permasalahan krisis lingkungan saja, tetapi juga krisis kesehatan yang sangat merugikan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Oleh karena itu, kita perlu mengambil langkah nyata untuk membuat perubahan dan memastikan bahwa setiap orang di perkotaan, khususnya Jakarta, terpenuhi haknya atas udara bersih,” ujarnya.

Selain itu, Niken Prawestiti selaku Co-founder Ayo ke Taman mengatakan sebagai individu semua orang juga dapat turut membangun kepedulian terhadap keberadaan RTH kota.

Dia juga mengajak masyarakat giat mengunjungi dan melakukan aktivitas di taman. Diharapkan dengan semakin sering mengunjungi taman, maka kesadaran untuk memelihara RTH semakin tumbuh dalam diri masyarakat.

“Semakin sering masyarakat mengunjungi dan berkegiatan di taman, akan tumbuh kesadaran akan pentingnya keberadaan RTH kota untuk menunjang kualitas lingkungan kota dan menyehatkan warga. Pemerintah perlu membangun lebih banyak taman yang dapat diakses warga, di sisi lain masyarakat berperan untuk memanfaatkan dan memelihara RTH,” ujar Niken.

WRI Indonesia

WRI Indonesia Ajak Masyarakat Beraksi untuk Bumi Melalui Lokakarya Pertanian Urban dan Mengompos. foto/Dok. WRI Indonesia

Setelah jelajah taman, agenda dilanjutkan dengan praktik pertanian urban dan mengompos yang dipandu oleh Kebun Kumara. Baik pertanian urban maupun mengompos merupakan langkah yang bisa diterapkan individu dari rumah untuk membantu mengurangi dampak perubahan iklim.

“Hari ini kita mengambil langkah kecil yang dapat menjadikan tempat tinggal kita lebih lestari dengan menanam dan mengompos. Langkah sederhana seperti ini sangat efektif untuk memberdayakan masyarakat agar mau memulai gaya hidup lestari dari rumah sendiri. Dengan begitu, diharapkan masyarakat punya kepekaan tentang isu kelestarian yang lebih luas,” ujar Siti Soraya Cassandra, CEO Kebun Kumara.

Pada akhir kegiatan, WRI Indonesia mengumumkan pemenang kompetisi video reels kampanye #HariBumiSetiapHari. Kompetisi ini mengajak masyarakat untuk membagikan konten video berisi edukasi maupun aksi-aksi nyata dalam melestarikan Bumi.

Kompetisi tersebut sudah berlangsung sejak 13 April dan berakhir pada 3 Mei 2023, selama kurun waktu tersebut kompetisi ini telah diikuti oleh lebih dari 50 peserta.

Dengan berakhirnya kegiatan Piknik Jaga Bumi, maka rangkaian kampanye #HariBumiSetiapHari tahun resmi ditutup. Meski rangkaian kampanye telah resmi berakhir, WRI Indonesia berharap pesan yang disampaikan selama kampanye akan terus berlanjut.

Masyarakat diharapkan dapat terus menjaga semangat melestarikan Bumi dalam kehidupan sehari-hari, demi menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua.

Penulis: Tim Media Servis