Menuju konten utama
Sidang Gugatan Pilpres 2024

Ahli KPU Bongkar 3 Sumber Masalah Beda Data C Hasil dan Sirekap

Marsudi Wahyu Kisworo membeberkan sumber masalah penyebab perbedaan perolehan suara antara di C.Hasil dengan Sirekap.

Ahli KPU Bongkar 3 Sumber Masalah Beda Data C Hasil dan Sirekap
Suasana sidang PHPU Pilpres 2024 dengan agenda keterangan saksi atau ahli dari pihak Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di Mahkamah Konstitusi, Senin (1/4/2024). tirto.id/Naufal

tirto.id - Ahli dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Sidang Sengketa Pilpres 2024, Marsudi Wahyu Kisworo, membeberkan sumber masalah penyebab perbedaan perolehan suara antara di C Hasil dengan Sirekap. Menurut dia, setidaknya ada tiga alasan mengapa ada perbedaan tersebut.

Menurut dia, ada dua jenis Sirekap, yaitu Sirekap mobile dan Sirekap web. Data suara masuk yang diunggah Sirekap mobile nantinya diolah oleh Sirekap web. Persoalan pertama lantas berkaitan dengan tulisan petugas.

"Ada 822.000 TPS yang orangnya berbeda dan tulis tangannya berbeda. Ada yang tulisannya bagus, tapi ada sebagian besar yang tulisannya kurang bagus bahkan jelek, saya sendiri tulisannya jelek," urai Marsudi dalam sidang PHPU Pilpres 2024 dengan agenda keterangan KPU RI-Bawaslu RI di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2024).

Ia menyebutkan, teknologi optical character recognition (OCR) yang memindai angka perolehan suara di C Hasil lalu menampilkan angka yang berbeda di Sirekap web. Menurut Marsudi, efektifitas OCR sejatinya tergolong tinggi, yakni 99 persen.

"Kalau dipakai di lapangan bisa lebih rendah lagi, paling tinggi 92 persen-93 persen, jadi masih ada salah ketika OCR ini mengubah gambar menjadi angka," urainya.

Persoalan kedua, yakni soal kualitas ponsel masing-masing KPPS berbeda-beda. Ada ponsel yang disebut memiliki kamera dengan kualitas baik, ada yang sebaliknya. Marsudi mengatakan, kualitas kamera itu lantas menyebabkan perbedaan perolehan suara antara C Hasil dengan Sirekap.

"Akibatnya terjadi seperti contoh di atas, form C 1 bisa beda-beda. Ada yang kualitasnya jelas, ada yang buram, ada yang kekuningan, ini dari kamera," tuturnya.

Dia menambahkan, dalih selanjutnya, yakni kualitas kertas C 1 yang ada. Menurut Marsudi, ketika kertas C 1 yang hendak dipindah memiliki lipatan, bisa jadi angka yang ditampilkan di Sirekap berbeda.

"Sehingga ketika terlipat ini bisa menimbulkan interperetasi oleh OCR ini, karena OCR ini bukanlah manusia yang bisa memperkirakan, dia hanya patuh kepada training data," ungkapnya.

Baca juga artikel terkait SIDANG SENGKETA PILPRES 2024 atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Hukum
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Anggun P Situmorang