Menuju konten utama

Ada Anggota Polisi di Grup WA Anak STM, Mabes Polri: Itu Propaganda

Polisi memandang isu keterlibatan polisi dalam grup WA siswa dalam demo 30 September sebagai upaya propaganda

Ada Anggota Polisi di Grup WA Anak STM, Mabes Polri: Itu Propaganda
Bentrok antara polisi dan demonstran terjadi saat aksi mahasiswa dan pelajar di sekitar flyover, Jakarta, Senin (30/9/2019). tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Mabes Polri mengklaim isu polisi bergabung dalam grup WhatsApp siswa yang berdemo pada 30 September sebagai upaya "propaganda."

"Kami paham betul yang ada di media sosial, sebagian besar adalah anonim. Narasi yang dibangun ialah propaganda," ucap Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (1/10/2019).

Dedi mengatakan, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah memprofilkan hal tersebut. Jenderal bintang 1 ini mengaku belum mengetahui apakah ada narasi provokatif yang menimbulkan kegaduhan di Indonesia. Ia kembali menegaskan agar masyarakat tidak memunculkan kegaduhan dari media sosial jika tidak ingin diproses hukum oleh kepolisian.

Dedi menegaskan pihaknya akan menyelidiki nomor-nomor telepon yang ada di grup WA tersebut. Akan tetapi, Dedi enggan memastikan anggota Polri terlibat di dalam percakapan tersebut.

"Belum bisa dipastikan. Kalau itu anggota polisi pun belum bisa dipastikan dan narasinya saya belum baca, (apakah) ada unsur pidana? Nanti jajaran multimedia (dari Polri) akan membuat literasi digital ke masyarakat agar masyarakat bisa cerdas menggunakan media sosial," kata Dedi.

Isu polisi terlibat dalam WA berawal dari akun sosmed Twitter @OneMurtadha. Dalam salah satu cuitan (yang kini sudah dihapus), akun anonim ini menyampaikan para siswa yang ikut demo ditipu dan tidak mendapatkan uang.

Akun anonim ini mengunggah beberapa tangkapan layar pembicaraan grup lewat aplikasi WhatsApp. Selain isi pembicaraan, angggita grup dan nomor telepon juga diungkap dalam tangkapan layar tersebut.