70 Ribu Kendaraan Dipaksa Putar Balik Selama 3 Hari Larangan Mudik

Penulis: - 9 Mei 2021 11:19 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Polisi mengklaim volume kendaraan yang keluar dari Jakarta terus mengalami penurunan, baik menuju Jawa maupun Sumatera.
tirto.id - Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Istiono mengatakan sekitar 70.000 kendaraan yang terindikasi mudik selama tiga hari penyekatanm telah diputarbalikkan. Jumlah itu hasil dari penyekatan di 381 titik yang tersebar dari Sumatera, Jawa hingga Bali.

"Kalau selama tiga hari ini sudah sekitar 70 ribu yang sudah kita putar balik. Secara umum semuanya berjalan aman lancar," ujar Istiono saat memantau Pos Penyekatan KM 31 GT Tol Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (8/5/2021) malam dilansir dari Antara.

Istiono mengatakan volume arus kendaraan yang keluar dari Jakarta terus mengalami penurunan, baik menuju Jawa maupun Sumatera. Kendaraan yang keluar Jakarta lebih banyak didominasi angkutan logistik atau barang.

"Saat ini volume arus kendaraan yang menuju Jawa mengalami penurunan sebanyak 73 persen. Kemudian yang menuju Bandung, Jawa Barat, turun sampai 78,3 persen," tutur Istiono.

Kemudian kendaraan yang menuju Sumatera turun sampai 43,3 persen didominasi oleh kendaraan angkutan logistik atau barang. Lalu, putar arus yang tidak memenuhi persyaratan non mudik sebanyak hari ini 10.869 kendaraan.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran yang turut mengecek pos penyekatan di KM 31 tol Cikarang Barat mengatakan, di wilayah hukum Polda Metro Jaya, sebanyak 6.500 kendaraan telah diputarbalik ke asalnya karena terindikasi mudik. Jumlah itu baik kendaraan yang melewati tol maupun jalur arteri.

“Untuk wilayah PMJ total sekitar 6.500 kendaraan yang sudah di putarbalik ke arah Jakarta. Yang melewati jalan tol ini sekitar 3.585 kendaraan. Sisanya adalah yang melewati jalur arteri, baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat,” ucap Fadil.

Fadil Imran mengajak masyarakat untuk menahan diri tidak mudik mengikuti kebijakan pemerintah. Tujuan peniadaan mudik sejak 6-17 Mei ini untuk kebaikan bersama yaitu menekan penyebaran COVID-19.

"Ini memang sesuatu yang tidak mudah, namun ini yang terbaik dalam rangka memutus mata rantai penularan COVID-19. Kita semua harus berpartisipasi bersama-sama untuk menahan diri agar pandemik COVID-19 ini bisa cepat selesai," tukasnya.


Baca juga artikel terkait LARANGAN MUDIK 2021 atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto

DarkLight