tirto.id - Kasus klitih di Yogyakarta kembali terjadi. Beberapa waktu lalu, mahasiswa di Yogyakarta (Jogja) dilaporkan telah menjadi korban penembakan airsoft gun oleh pelaku klitih. Berikut sejumlah fakta terkait kasus kriminal yang terus menghantui Yogyakarta tersebut.
Kasus klitih dengan airsoft gun itu dilaporkan terjadi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Berdasarkan keterangan kepolisian, aksi klitih ini dilakukan oleh sekelompok pelaku.
Salah satu pelaku kini telah ditangkap pada Sabtu (22/8/2026) lalu. Namun, aksi kelompok tersebut telah menyebabkan korban terluka.
Satreskrim Polresta Sleman menyebut pelaku yang ditangkap tersebut berinisial IRS. Ia adalah seorang laki-laki berusia 27 tahun asal Maguwoharjo, Depok, Sleman.
Fakta-Fakta Penembakan Mahasiswa di Sleman dengan Airsoft Gun oleh Pelaku Klitih
Penanganan kasus klitih Sleman dengan airsoft gun hingga kini masih bergulir. Proses hukum terhadap IRS dan kelompoknya juga tengah berlangsung.
Oleh karenanya, fakta-fakta terkait kasus tersebut sejauh ini masih terus berkembang. Namun, berikut sejumlah fakta yang telah terungkap ke publik.
1. Kronologi Peristiwa
Berdasarkan kronologi peristiwa yang diungkap pihak kepolisian, pelaku disebut telah melakukan aksi klitihnya pada awal bulan ini. Pengakuan pelaku menyebut, aksi klitih itu dilakukan 2 Agustus lalu.Saat itu kelompok IRS melakukan aksi penembakan terhadap ARP (17). ARP pergi bersama kawannya dengan mengendarai sepeda motor dari Solo menuju Yogyakarta.
Kemudian, ketika sampai di Jalan Laksda Adisucipto, Kalongan, Maguwoharjo, ARP tiba-tiba dipepet dua sepeda motor lain. Salah satu pengendaranya lalu mengeluarkan airsoft gun dan menembakkannya ke arah ARP.
Polisi menyebut bahwa tindakan itu dilakukan kelompok pelaku secara acak. Pelaku tidak mengenal korban ARP, pemilihan korban disebut sepenuhnya dilakukan secara acak.
Peristiwa ini lantas menjadi kasus yang didalami pihak kepolisian. Hingga akhirnya, salah satu pelaku berinisial IRS ditangkap pada 22 Agustus.
2. Motif Pelaku
Setelah pelaku IRS ditangkap, motif aksi kriminalnya belakangan terungkap. Dalam pengakuannya di hadapan polisi, IRS mengaku melakukan penembakan sebagai pelampiasan emosi.Ia dalam keadaan emosi lantaran baru saja dikeluarkan dari kampus atau drop out (DO). IRS mengaku kepada polisi, hal itu menyebabkan masalah di keluarganya dan karenanya ia terpancing emosi.
IRS sendiri menjelaskan bahwa dirinya sebelumnya mahasiswa tingkat akhir di salah satu universitas. Namun, karena tak kunjung lulus, akhirnya di-drop out oleh pihak kampus.
3. Setiap Pelaku Memiliki Peran Berbeda
Penyelidikan pihak kepolisian juga mengungkap bahwa IRS melakukan aksi klitihnya bersama tiga orang lain. Mereka disebut sebagai teman sesama anggota sebuah geng di Yogyakarta.Polisi juga mengungkap bahwa kelompok klitih ini menjalankan aksinya secara terstruktur. Keempat pelaku menjalankan aksinya dengan peran yang berbeda satu sama lain.
IRS, salah satu pelaku yang kini ditangkap polisi, merupakan eksekutor rencana. Ia pelaku yang menembakkan airsoft gun kepada korban.
Sementara itu, tiga pelaku lain memiliki peran berbeda dari IRS. Salah satu di antaranya bertindak sebagai joki yang mengendarai sepeda motor. Salah satu yang lain bertugas membawa senjata tajam jenis celurit. Kemudian, satu yang terakhir bertugas untuk merekam aksi mereka.
4. Aksi Penembakan Dimanfaatkan untuk Membuat Konten
Adanya peran untuk merekam aksi klitih itu kemudian membuat pihak kepolisian tengah mendalami tujuan para pelaku dalam aksi kriminal mereka. Tujuan mereka merekam belum sepenuhnya terungkap, namun pihak kepolisian menduga hal itu demi konten.Belum jelas mengapa para pelaku perlu membuat konten yang memperlihatkan mereka sedang melakukan aksi kriminal. Tujuan pembuatan konten kriminal juga belum diketahui.
Akan tetapi, polisi memastikan salah satu dari kelompok pelaku memang bertugas untuk merekam aksi kejahatan mereka. Ia disebut bagian dari kelompok pelaku yang memastikan aksi kejahatan teman-temannya terekam kamera.
5. Korban Terluka di Punggung
Sementara itu, korban aksi klitih geng IRS dilaporkan mengalami sejumlah luka. Peluru airsoft gun yang ditembakkan IRS kepada korban telah menyebabkan luka terbuka dan bengkak pada bagian punggung.Setelah peristiwa klitih terjadi pada 2 Agustus lalu, korban ARP sempat harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Ia dilaporkan sampai harus berobat ke RS Hardjolukito.
Ketika peristiwa klitih terjadi, pelaku IRS menembakkan enam peluru ke arah ARP. Dari semua tembakan, tiga di antaranya mengenai tubuh korban ARP.
6. Barang Bukti dari Helm sampai Airsoft Gun Model Glock 19 Austria
Pihak kepolisian juga turut menyita sejumlah alat bukti ketika menangkap IRS pada 22 Agustus lalu. Airsoft gun model Glock 19 Austria jadi salah satu di antaranya.Polisi menyebut barang bukti yang disita dari kasus klitih ini terdiri dari berbagai benda. Selain airsoft gun, polisi juga menyita helm merek Cargloss, sebuah jaket hitam Mockingtruth, celana panjang merek Watchout Jeans, sepasang sandal selop, dan satu unit sepeda motor merek Honda PCX dengan STNK-nya.
7. Tiga Pelaku Lain Buron
IRS, sang eksekutor klitih, ditangkap polisi pada 22 Agustus lalu. Namun, ketiga pelaku lainnya belum berhasil ditangkap.Pihak kepolisian menyebut bahwa ketiga pelaku kini dalam proses pencarian. Masing-masing buron tersebut adalah mereka yang berperan sebagai joki, pembawa senjata tajam, dan seorang pelaku lain yang bertugas merekam aksi mereka.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































