Menuju konten utama

5 Penyebab Miss V Berbau Tak Sedap dan 7 Cara Mengatasinya

Penyebab vagina berbau tak sedap di antaranya vaginosis bakteri [BV] hingga fistula rectovaginal.

5 Penyebab Miss V Berbau Tak Sedap dan 7 Cara Mengatasinya
Ilustrasi Vagina. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Bagaimana bau vagina kerap menjadi pertanyaan beberapa orang. Tak sedikit pula bahkan yang mengeluhkan tentang bau vagina yang tak sedap, rasa gatal hingga keluarnya cairan dari vagina.

Namun, bagaimana bau vagina yang sehat dan apa yang menyebabkan vagina berbau?Dikutip dari laman Cleveland Clinic, bau vagina seringkali bergantung pada tingkat pH atau seberapa asam vagina Anda.

Namun, faktanya berbagai jenis bakteri hidup di vagina Anda. Beberapa bakteri berfungsi untuk menjaga keseimbangan vagina pada tingkat keasaman pH yang tepat.

Dengan memiliki pH yang sehat mampu mencegah infeksi yang menyebabkan bau tak sedap pada vagina. Sebaliknya, jika terjadi ketidakseimbangan bakteri pada vagina dapat menyebabkan vagina Anda berbau amis, apek, dan tidak enak.

Penyebab miss v berbau tak sedap

Ketidakseimbangan tingkat bakteri vagina dapat menyebabkan infeksi dan peradangan yang dikenal dengan istilah vaginitis. Dari jurnal Cleveland Clinic, berikut ini penyebab paling umum dari bau vagina yang tidak sedap :

1. Vaginosis bakteri [BV]

Infeksi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan flora vagina Anda. BV bertanggung jawab atas bau amis yang paling sering dikaitkan dengan bau vagina yang tidak sedap. Biasanya bau amis sangat kuat setelah berhubungan seks.

Gejala lain yang harus diwaspadai dengan BV adalah keluarnya cairan berwarna abu-abu atau putih keabu-abuan.

2. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah salah satu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh parasite. Trikomoniasis tidak selalu menimbulkan gejala. Jika terkena trikomoniasis, dapat menimbulkan bau amis, mirip dengan BV atau bau apek. Selain itu juga mengeluarkan cairan kuning kehijauan.

3. Fistula rectovaginal

Fistula rectovaginal adalah suatu kondisi langka ketika terjadi pembukaan antara rectum dan vagina, yang memungkinkan tinja bocor ke dalam vagina Anda. Kebocoran tersebut menyebabkan keluarnya cairan berbau busuk.

4. Kanker vagina

Salah satu gejala kanker vagina adalah keputihan yang banyak dengan bau yang kuat dari vagina Anda.

5. Kanker serviks

Salah satu gejala kanker serviks adalah keluarnya cairan yang kuat dan berbau tidak sedap.

Cara mengatasi bau vagina dengan pengobatan di rumah

Jika vagina Anda sedikit berbau, dan aroma tersebut tidak disertai dengan gejala lain, Anda bisa mengatasinya dengan beberapa langkah berikut ini yang dikutip dari laman Healthline:

1. Mandi atau berendam secara teratur

Di area vagina dapat terjadi penumpukan keringat, kulit mati, dan kotoran yang menyebabkan bau tidak sedap. Segeralah mandi dan cuci area vagian Anda.

Jika aromanya sudah tercium tidak sedap dan belum sempat mandi, cukup ambil waslap hangat dan basuh vagina Anda.

2. Berhenti mencuci bagian dalam vagina

Saat Anda membersihkan vagina, ingatlah bahwa hanya bagian luar vagina yang boleh Anda bersihkan dan jangan pernah memaskukkan sabun ke dalam vagina Anda.

Sebab, jika Anda membersihkan hingga bagian dalam vagina dengan menggunakan sabun atau cairan pembersih, hal ini dapat mengganggu pertumbuhan bakteri dan pH alami dari vagina Anda.

Padahal, bakteri alami dalam saluran vagina dirancang untuk menjaga vagina tetap sehat dan bersih. Lantas, ketika susunan bakteri alami vagina tergangu, Anda bisa berisiko mengalami infeksi bakteri vaginosis [BV], yang mempengaruhi bau vagina.

3. Periksa produk harian Anda

Apakah Anda baru saja mengganti deterjen, menggunakan sabun mandi yang berbeda atau mengganti merk tisu toilet? Sebab, semua itu dapat mempengaruhi vagina Anda.

Ingatlah kembali sabun yang Anda gunakan, jenis pakaian dalam yang Anda kenakan, dan seberapa ketat pakaian Anda, semua bisa menjadi penyebab bau vagina.

4. Tetap terhidrasi

Minum banyak air tidak hanya baik untuk kulit, tetapi juga dapat membantu kesehatan vagina Anda secara keseluruhan. Dengan mendorong keluarnya keringat dan cairan yang sehat.

5. Makanlah makanan yang seimbang

Sebagai aturan umum, diet seimbang seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan protein tanpa lemak akan menghasilkan aroma yang lebih lembut dibandingkan makanan cepat saji yang berlemak. Diet yang seimbang menghasilkan tubuh yang sehat, termasuk vagina.

6. Kenakan bawahan longgar dan celana dalam jenis katun

Hindari celana dalam tali dan renda karena itu bukan pilihan yang baik untuk kesehatan vagina Anda. Hindari menggunakan celana dalam ketat, pantyhose, dan korset dalam waktu yang lama.

7. Beralih ke tampon saat menstruasi

Pembalut wanita seringkali memiliki bau yang lebih mencolok. Cobalah beralih ke jenis tampon menstruasi dan seringlah menggantinya secara rutin.

Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan lainnya dari Citra Sari

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Citra Sari
Penulis: Citra Sari
Editor: Nur Hidayah Perwitasari