Menuju konten utama

20 Anak di Aceh Meninggal akibat Gagal Ginjal Akut Misterius

Dinas Kesehatan Provinsi Aceh mencatat jumlah kasus gagal ginjal akut misterius di wilayahnya sebanyak 31 anak.

20 Anak di Aceh Meninggal akibat Gagal Ginjal Akut Misterius
Ilustrasi Ginjal. foto/IStockphoto

tirto.id - Sebanyak 20 anak di Provinsi Aceh meninggal dunia akibat gagal ginjal akut (acute kidney injury/AKI) misterius atau belum diketahui penyebabnya. Mereka sempat dirawat di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, Iman Murahman mencatat jumlah kasus gagal ginjal akut misterius di Tanah Rencong sebanyak 31 anak.

"Data dari RSUD Zainoel Abidin yang coba kami verifikasi ada 31 kasus yang dilaporkan, namun yang sudah verifikasi sampai tadi sore baru 29, karena dua kasus belum ada biodatanya," kata Iman dikutip dari Antara, Jumat (21/10/2022).

Imam merinci saat ini lima anak masih dalam perawatan dan empat anak telah dipulangkan dari RSUD Zainoel Abidin. Seluruh pasien gangguan ginjal akut misterius merupakan rujukan dari sejumlah RSUD tingkat kabupaten/kota di provinsi berjuluk Serambi Makkah itu.

Dinas Kesehatan Aceh belum mengetahui penyebab dari penyakit gagal ginjal akut yang menyebabkan banyak akan meninggal dunia tersebut.

"Belum tahu penyebab pastinya, kita ikuti arahan dari Kemenkes untuk penggunaan yang berbentuk obat sirop sementara dihentikan dulu," kata Iman.

Dia menyarankan orang tua yang tetap memberikan obat sirop untuk anaknya untuk berkonsultasi dahulu kepada dokter. Pemberian obat juga harus sesuai dengan resep yang diberikan.

Dalam keterangan terpisah, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebutkan terdapat tiga zat kimia berbahaya yang ditemukan pada obat sirop yang dikonsumsi oleh pasien anak yang menderita gagal ginjal akut, yaitu ethylene glycol (EG), diethylene glycol (DEG), dan ethylene glycol butyl ether (EGBE).

Budi mengatakan bahwa Kemenkes mengambil posisi konservatif dengan sementara melarang penggunaan obat-obatan sirop sebagai upaya melindungi masyarakat dari risiko gagal ginjal akut yang belum diketahui penyebabnya.

Temuan terbaru Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan adanya kandungan EG yang melebihi ambang batas aman pada lima produk. BPOM memerintahkan industri farmasi untuk menarik peredaran lima produk obat tersebut.

BPOM merinci kelima produk tersebut, yaitu:

  1. Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.
  2. Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.
  3. Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, Kemasan Dus, Botol Plastik @ 60 ml.
  4. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @ 60 ml.
  5. Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml.

Baca juga artikel terkait KASUS MENINGGAL GINJAL AKUT

tirto.id - Kesehatan
Sumber: Antara
Editor: Gilang Ramadhan