Menuju konten utama

150 Ribu Ton Jagung Impor Masuk ke Indonesia Mulai 15 November

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyebut penugasan impor jagung merupakan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

150 Ribu Ton Jagung Impor Masuk ke Indonesia Mulai 15 November
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Plt Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi (tengah) dan Bupati Indramayu Nina Agustina melihat tanaman padi yang akan dipanen di Desa Karanglayung, Sukra, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (13/10/2023). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/nym.

tirto.id - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memutuskan untuk melakukan importasi jagung sebanyak 150 ribu ton. Saat ini, Bapanas juga sudah menugaskan Perum Bulog untuk melaksanakan importasi tersebut.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyebut penugasan tersebut merupakan hasil keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Khusus untuk jagung, sudah diputuskan oleh pak Presiden dilakukan direct impor 150 ribu ton sehingga Badan Pangan Nasional sudah menugaskan Dirut Bulog untuk melakukan importasi," ucap Arief di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (8/11/2023).

Tahap pertama importasi jagung sebanyak 20 ribu ton datang pada 15 November 2023. Impor jagung yang masuk nantinya akan berlabuh di Tanjung Perak, dan impor ini tentunya juga hasil rekomendasi dari Kementerian Pertanian (Kementan).

"Tahap pertama ada 20 ribu ton, yang akan masuk di 15 November 2023 nanti. Dan nanti akan masuk di Tanjung Perak, ini tentunya juga izin dari Kementan karena ini juga rekomendasi dari teman-teman Kementan," kata Arief.

Menurut Arief, saat ini peternak yang membutuhkan jagung sudah terdata oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan (Dirjen PKH) Kementan. Harga jual jagung tersebut akan berada di kisaran Rp5 ribu.

"Kemudian list peternak, lokasi, detail quantity dari Dirjen PKH. Jadi sudah kita lakukan, dan harganya disekitar Rp5 ribu. 15 November sudah ada karena ini sudah loading, kira-kira estimasi minggu kedua november," kata Arief.

Sementara itu, Anggota DPR Komisi IV Anggia Erma menyoroti harga jagung yang mahal dan membuat para peternak menjerit. Ia ingin ada aksi segera dari pemerintah untuk bisa menekan harga jagung dan memberikan keringanan bagi para peternak.

"Kalau misalnya jagungnya tidak ada dan disana jagung harganya Rp7 ribu, padahal Bapanas patokannya Rp5 ribu wow sekali dan benar-benar menjerit," ucap Anggia.

Anggia berharap aksi pemerintah dalam menekan harga jagung dapat terlaksana dan mampu memberikan manfaat bagi para petani di daerah.

"Oleh karenanya penting untuk segera ada aksi cepat untuk mengobati kira-kira membuat para peternak unggas terutama yang ada di sana dan di tempat lainnya seperti Kendal dan Lampung misalnya juga, untuk bisa bernafas lega," ujar Anggia.

Baca juga artikel terkait IMPOR JAGUNG atau tulisan lainnya dari Hanif Reyhan Ghifari

tirto.id - Flash news
Reporter: Hanif Reyhan Ghifari
Penulis: Hanif Reyhan Ghifari
Editor: Anggun P Situmorang