Menuju konten utama

101 Titik Karhutla di Kalimantan Barat dari Lahan Milik Korporasi

Sebanyak 101 titik panas kebakaran lahan dan hutan dari lahan milik korporasi di Kalimantan Barat berada pada 11 kabupaten.

101 Titik Karhutla di Kalimantan Barat dari Lahan Milik Korporasi
Prajurit TNI dari Kodim 0301 Pekanbaru mencari sumber air ketika berusaha memadamkan kebakaran lahan gambut di Pekanbaru, Riau, Sabtu (7/9/2019). ANTARA FOTO/Rony Muharrman/aww.

tirto.id - Sebanyak 101 titik api (hotspot) terdeteksi dari lahan milik korporasi yang terbakar di Kalimantan Barat. Lokasi lahan yang terbakar tersebar di sejumlah kabupaten di Kalbar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Barat, Al Leysandri, mengatakan, titik api ditemui di Bengkayang sebanyak 4 titik panas, Kapuas Hulu 6 titik panas, dan Kayong Utara 2 titik panas.

Kemudian, di Ketapang 27 titik panas, Kubu Raya 5 titik panas, Landak 6 titik panas, Melawi 3 titik panas, Sambas 1 titik panas, Sanggau 19 titik panas, Sekadau 13 titik panas, dan Sintang 15 titik panas.

Penanggulangan Karhutla di Kalbar, kata dia, sudah diatur dalam Pergub 39/2019 yang berisi sanksi kepada pembakar berupa administrasi, dan hingga penundaan perizinan korporasi tersebut.

"Apabila terbukti dalam hal keterlambatan penanganan Karhutla, harus diambil tindakan supaya ada efek terhadap korporasi lain," katanya seperti dikutip Antara, Minggu (8/9/2019).

Kapolda Kalbar, Irjen Didi Haryono mengatakan, pergub Karhutla agar jadi panduan pelaksanaan di lapangan.

Saat ini, kasus Karhutla yang ditangani jajaran Polda Kalbar, berdasarkan data terdapat 56 tersangka dari 45 laporan.

Menurut dia, meski sudah menetapkan tersangka tapi masih terjadi kebakaran lahan dan hutan, sehingga bencana masih terjadi dan mengganggu transportasi udara hingga kesehatan.

Oleh karena itu, kata dia, upaya masif yang dilakukan seharusnya adalah pencegahan untuk tidak terjadi lagi Karhutla. Untuk menindaklanjuti Karhutla, harus dilakukan sinergitas seluruh pihak di Kalbar.

"Dalam rangka kepentingan masyarakat khususnya Karhutla, pergunakan anggaran negara sebaik mungkin," ujarnya.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Penulis: Zakki Amali
Editor: Maya Saputri