Xpander, Cerita Sukses MPV Berkarakter SUV

Infografik Xpander, Cerita Sukses Kombinasi SUV dan MPV
Mitsubishi Xpander. FOTO/ Mitsubishi
Oleh: Advertorial - 22 November 2017
Dibaca Normal 3 menit
Jejak dan perjalanan 50 tahun Mitsubishi Indonesia.
tirto.id - “Aku tidak pernah memikirkan rekor,” kata Usain Bolt, manusia yang sanggup menempuh jarak 100 meter hanya dalam 9,58 detik, rekor yang entah kapan akan terpecahkan. Pada kesempatan yang lain, Bolt mengatakan hal yang mirip: “Aku tidak pernah memikirkan limit.”

Rekor. Limit. Banyak yang terobsesi memecahkan rekor, menerabas batas. Namun sangat sedikit yang mampu melakukannya. Dari Bolt kita dapat menuai kebijaksanaan: rekor hanya bisa dipecahkan bukan dengan memikirkannya, melainkan dengan kerja keras, latihan tanpa henti, dan ketekunan yang tak pernah lumer.

Kesuksesan selalu melahirkan tepuk sorak kekaguman, ketekunan dan kerja keras tidak. Sebab kesuksesan, seperti keberhasilan memecahkan rekor, adalah puncak yang terlihat. Sedangkan seluruh di belakangnya tak tampak di mata banyak orang.

Saat Mitsubishi Xpander menuai pemesanan hingga 5.281 unit dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, banyak yang terkejut sekaligus memberi aplaus. Angka itu merupakan pencapaian istimewa karena memecahkan rekor pemesanan dalam sejarah GIIAS. Tak pernah ada mobil yang dipesan sebanyak itu hanya dalam 11 hari penyelenggaraan GIIAS. Hingga awal November, pemesanan Xpander bahkan mencapai 30 ribu unit.

Sebelum membicarakan kelebihan Xpander sebagai kunci mencapai rekor pemesanan, pencapaian dalam GIIAS sendiri menceritakan banyak hal yang boleh jadi luput dari perhatian: kesuksesan Xpander tidak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang Mitsubishi di Indonesia. Jalanan di kota-kota dan desa-desa di Indonesia akrab dengan ketangguhan mesin-mesin Mitsubishi dalam berbagai model dan nama: dari Fuso, L-300, Kuda, Lancer hingga Pajero Sport.

Nama-nama di atas bukan hanya terdengar akrab, pada saat yang sama mengisahkan jejak dan perjalanan Mitsubishi di Indonesia. Tidak lama lagi, kiprah Mitsubishi di Indonesia akan mencapai usia 50 tahun. Sudah nyaris setengah abad Indonesia menjadi rumah kedua bagi Mitsubishi.

Di kawasan ASEAN, Indonesia bahkan menjadi pusat produksi yang penting bagi Mitsubishi. Itulah mengapa Mitsubishi membangun pabrik yang tidak sekadar besar tapi juga dilengkapi fasilitas lengkap sekaligus canggih. Pabrik tersebut berkapasitas 160.000 unit dalam setahun, dimana Xpander ditargetkan untuk diproduksi sebanyak setengah dari kapasitas produksi, yaitu 80.000 unit. Fasilitas produksi ini menyediakan pekerjaan untuk 3.000 orang, sehingga Mitsubishi Motors di Indonesia saat ini didukung oleh lebih dari 12.000 orang, baik pada pekerja Mitsubishi Motors maupun para supplier pendukung produksi.

Pencapaian Xpander dengan demikian bukanlah cerita yang berdiri sendiri. Rekor tidak pernah muncul tiba-tiba. Ia selalu merupakan agregasi dari berbagai elemen dan faktor yang saling topang-menopang.

Dalam hal Xpander, keberhasilan ini juga menegaskan besarnya potensi pasar Sport Utility Vehicle (SUV). Paparan J.D. Power dalam Sales Satisfaction Index (SSI) 2016 menunjukkan pangsa pasar SUV di Indonesia berlipat ganda dalam tiga tahun terakhir. Pada 2014 hanya mencapai 8 persen menjadi 16 persen pada 2016.

Mitsubishi pun sudah berhasil bermain di pasar SUV melalui Pajero Sport. Setelah dirilis pada 2015, dalam setahun All New Pajero Sport terjual hingga 1.800 unit setiap bulan.

Antusiasme terhadap SUV menarik dicermati karena pasar kendaraan pribadi Indonesia lebih didominasi jenis Multi-Purpose Vehicle (MPV). Dengan kapasitas kabin yang menampung lebih banyak penumpang (tiga baris kursi) dan bagasi yang luas, MPV menjadi pilihan favorit orang Indonesia yang cenderung menghargai nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan.

Mitsubishi menangkap kebutuhan dan karakteristik pasar Indonesia tersebut melalui Xpander. Xpander adalah MPV yang mempertahankan kenyamanan dan leganya kabin sekaligus mengadopsi ciri khas SUV, yaitu desain yang sporty dan juga ketangguhan berkendara.



“Peluncuran Xpander merupakan tonggak penting bagi Mitsubishi Motors, tidak hanya bagi Indonesia tapi juga kawasan ASEAN,” kata Trevor Mann, Chief Operating Officer Mitsubishi Motors Corporation, dalam seremoni peluncuran lini pertama Xpander yang diproduksi di pabrik perakitan baru Mitsubishi Motors di Cikarang, Jawa Barat, pada 3 Oktober silam.

Dari segi penampilan eksterior, Xpander mudah menarik perhatian karena desainnya yang gahar sekaligus segar. Desain Dynamic Shield di wajah, dengan garis bodi yang modern, mengesankan karakter kokoh SUV dan didukung oleh velg 16 inch yang terbesar di kelasnya.

Interior kabin yang luas membuat Xpander mampu menampung tujuh orang dengan pengaturan kursi tiga baris yang dapat disesuaikan secara fleksibel. Sebagai mobil yang disiapkan untuk dipakai sehari-hari, Xpander memiliki banyak ruang penyimpan multifungsi di setiap sisinya serta power outlet di bagian depan, tengah, dan baris ketiga (khusus tipe Ultimate Sport dan Exceed). Akses pintu yang lebih besar serta tinggi pintu belakang yang disesuaikan dengan tinggi rata-rata orang Indonesia pun mengurangi risiko terbentur.

Dari sisi spesifikasi, mobil dengan panjang 4.475 mm, lebar 1.750 mm, serta tinggi 1695 mm (varian GLS & GLX) dan 1.700 mm (varian Ultimate, Sport, dan Exceed) ini mengemban mesin 1.500cc untuk menghela bobotnya dengan daya 104dk/6000rpm dan torsi 141 Nm / 4000 rpm yang disalurkan melalui dua pilihan transmisi, manual dan otomatis. Mobil ini juga memiliki ground clearance 205 mm, sehingga bisa diandalkan untuk melibas jalan-jalan di Indonesia.

Kenyamanan berkendara di berbagai medan juga dijamin lewat performa tangguh kombinasi mesin MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve Timing Electronic Control System) 1,5 L yang mengatur bukaan katup (valve) untuk menyemburkan bahan bakar dan udara sesuai kebutuhan. Dilengkapi oleh katup peredam guncangan baik di depan maupun di belakang, suspensi Xpander akan terasa lebih stabil dan nyaman. Kenyamanan juga akan semakin meningkat dengan fitur KOS (Keyless Operation System) di mana pengemudi dapat membuka pintu dan menyalakan mesin tanpa mengeluarkan kunci.

Soal keamanan, Xpander diproduksi dengan rangka RISE (Reinforced Impact Safety Evolution) dengan radius putar 5,2 meter dan fitur-fitur mumpuni seperti Start/Stop Button, Anti-lock Braking System, Active Stability Control, Dual SRS Airbag, Hill Start Assist untuk jalanan mendaki, Emergency Stop Signal, serta pedestrian protection.

Dengan fitur mumpuni tersebut, Xpander dibanderol dengan harga yang sangat kompetitif. Terdiri dari lima tipe (GLX, GLS, Exceed, Sport, dan Ultimate), mobil ini dijual mulai dari 189 hingga 245 juta rupiah. Harga jual yang tak hanya menggoda mereka yang mencari mobil keluarga, tapi juga para milenial yang hendak membeli mobil pertama mereka.

Paduan antara gaya dan fungsi, tangguh sekaligus elegan. Itulah Xpander yang merupakan akumulasi pengetahuan dan pengalaman Mitsubishi mengenai MPV dan SUV.

“Ini adalah kendaraan untuk hidup yang lebih berkembang,” ujar Trevor Mann.

Hidup yang lebih berkembang, terus berkembang: itulah kata kunci keberhasilan. Memecahkan rekor pemesanan adalah buah yang dipetik dari keterbukaan membaca zaman yang diimbuhi keseriusan dan ketekunan berinovasi. Sebab pemecah rekor, seperti dicontohkan Usain Bolt, justru tidak pernah memikirkan rekor. Ia akan datang sebagai buah yang akan dipetik oleh yang menanamnya—seperti Mitsubishi dengan Xpander-nya.
DarkLight