Warga Tutup Akses TPST Piyungan, Pemprov DIY Ajak Warga Negosiasi

Oleh: Irwan Syambudi - 26 Maret 2019
Dibaca Normal 1 menit
Pemprov DIY mengajak para warga yang menutup akses menuju Tempat Pengelolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan bernegosiasi.
tirto.id - Sejumlah warga menutup akses menuju Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak Minggu lalu (24/3/2019).

Sampai hari ini, Warga Dusun Ngablak, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul masih belum membuka akses menuju TPST tersebut.

Aksi itu terjadi karena warga menilai Pemprov DIY belum memenuhi tuntutan mereka. Tindakan warga itu buntut dari tumpukan sampah yang telah melebihi kapasitas di TPST Piyungan. Hal ini membuat antrean truk sampah kerap memanjang di jalan menuju TPST tersebut.

"Sampah menumpuk membuat antrean satu setengah kilometer kemarin, kan mengganggu akses warga sekitar," kata Ketua Komunitas Pemulung di TPST Piyungan, Maryono, Selasa (26/3/2019).


Aksi penutupan akses menuju TPST ini, kata Maryono, mengulang protes warga pada akhir tahun lalu karena permasalahan yang sama.

Warga mendesak Pemprov DIY memenuhi tuntutannya, seperti perbaikan dermaga pembuangan sampah untuk mencegah antrean truk dan perbaikan jalan di sekitar TPST yang rusak. Lalu lintas truk sampah yang tinggi membuat jalan di sekitar TPST Piyungan kerap becek.

"Masa mau sekolah, anak-anak harus membungkus sepatunya pakai tas kresek [saat melewati Jalan]," kata Maryono.

Sementara tuntutan warga lainnya, kata Maryono, "Tolong dibuat saluran drainase agar limbah sampah tidak masuk ke pemukiman warga."

Selain itu, dia menambahkan, warga juga meminta ada kompensasi bagi keluarga yang terdampak langsung oleh pembuangan sampah di TPST Piyungan. Penambahan penerangan jalan juga masuk dalam daftar tuntutan warga.


Menanggapi tuntutan warga ini, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi mengklaim sudah ada upaya untuk bernegosiasi dengan warga. Dia meminta warga segera membuka akses menuju TPST Piyungan agar sampah tidak menumpuk di sejumlah titik.

"Tetap harus dibuka, kita minta negosiasi dengan warga, ya harus dibuka, solusinya itu. Tidak ada tempat lain kok, tapi untuk dibuka itu [warga] mintanya apa coba kita negosiasikan kan," ujarnya.

Meskipun demikian, Gatot mengakui Pemprov DIY butuh waktu untuk memenuhi seluruh tuntutan warga di sekitar TPST Piyungan.

Dia mencontohkan, perbaikan jalan di sekitar TPST Piyungan sudah dipersiapkan, tapi baru bisa terlaksana pada April mendatang karena harus melalui proses lelang. Sementara pengadaan alat berat, kata dia, akan segera datang pekan ini untuk mengatasi penumpukan sampah.

"Kalau dermaga ada kegiatan [perbaikan] tahun ini, jadi cuma masalah waktu saja [...] Dan karena anggaranya 2019 turunnya baru baru Januari," kata Gatot.

Dia mengaku akan berupaya memastikan proses negosiasi dengan warga dapat segera rampung agar akses menuju TPST Piyungan kembali terbuka.

"Kalau masalah dibukanya teman-teman di lapangan [yang bekerja untuk negosiasi dengan warga]. Kalau perlu aku turun ke sana [jika belum juga dibuka]," katanya.



Baca juga artikel terkait SAMPAH atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Hard News)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Addi M Idhom
DarkLight