Wall Street Jatuh Lagi, Dow Jones Terpuruk di Bawah 20.000

Oleh: Nurul Qomariyah Pramisti - 19 Maret 2020
Inilah untuk pertama kalinya Dow Jones jatuh di bawah level 20.000, setelah Februari 2017.
tirto.id - Saham-saham di Wall Street kembali berjatuhan, hingga mencapai titik terendahnya sejak merebaknya virus Corona COVID-19. Investor semakin mengkhawatirkan kerusakan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Pada perdagangan Rabu (18/3/2020), indeks Dow Jones Industrial Average merosot hingga 1,338,46 poiun (6,3%) ke level 19.898,92. Inilah untuk pertama kalinya Dow Jones jatuh di bawah level 20.000, setelah Februari 2017. Dow Jones sempat merosot hingga 2.300 poin pada perdagangannya.

Indeks S&P 500 anjlok 5,2% ke level 2.398,10, yang berarti sudah 30% lebih rendah dibandingkan rekornya pada bulan lalu. Sementara Nasdaq Composite turun 4,7% ke level 6.989,84.

Permintaan Presiden Trump terhadap Kongres agar menyetujui pemberian uang tunai kepada para pembayar pajak, plus pinjaman untuk maskapai-maskapai, gagal untuk meredam kekhawatiran pasar. Saham-saham terus berjatuhan sejak perdagangan dibuka.

Kasus positif Corona di AS melonjak taham menjadi lebih dari 6.400 kasus. Menurut data dari John Hopkins University menyebut, tingkat kematian sudah menembus lebih dari 100.

Dampak Corona yang hingga kini belum juga terhitung membuat investor khawatir. Indeks saham terus tertekan, meski pemerintahan Trump dan juga Bank Sentral AS mengumumkan serangkaian stimulus.

“Volatilitas belum berakhir,” ujar Tom Essaye, pendiri The Sevens Report, seperti dilansir dari CNBC. Ia menekankan, beragam paket stimulus perlu persetujuan Kongres.

“Kita juga perlu melihat perkembangan dari sisi obat-obatan, dan di luar itu semua, kita perlu melihat tingkat pertumbuhan virus akan mencapai puncak dalam beberapa pekan,” tambahnya.



Baca juga artikel terkait WALL STREET atau tulisan menarik lainnya Nurul Qomariyah Pramisti
(tirto.id - Bisnis)

Penulis: Nurul Qomariyah Pramisti
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti
DarkLight