Menuju konten utama

Walkot Bekasi Dukung Aksi Komdigi Bekukan Worldcoin & World ID

Tri Adhianto mengaku khawatir data pribadi warga yang dikumpulkan Worldcoin disalahgunakan dan beresiko bagi warga Kota Bekasi.

Walkot Bekasi Dukung Aksi Komdigi Bekukan Worldcoin & World ID
Tri Adhianto Tjahyono. FOTO/Wikipedia/.bekasikota.go.id
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mendukung penuh atas langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang membekukan sementara aktivitas pengumpulan data lewat aplikasi Worldcoin dan World ID di Kota Bekasi. Keputusan ini diambil karena adanya kekhawatiran terkait pengumpulan data biometrik warga, khususnya pemindaian retina atau iris mata.

“Saya mendukung langkah Komdigi untuk menghentikan kegiatan Worldcoin di Bekasi. Kita harus berhati-hati, karena belum ada jaminan keamanan data yang jelas. Jangan sampai masyarakat dirugikan, harus ada mitigasi yang tepat” ujar Tri melalui keterangan pers resminya, Senin (5/5/2025).

Tri mengungkapkan bahwa sejumlah warga Kota Bekasi telah mengikuti pemindaian iris mata menggunakan alat khusus berbentuk bola (Orb), dan setelahnya diberi imbalan uang tunai antara Rp300 ribu hingga Rp800 ribu.

“Warga tertarik karena dijanjikan uang padahal mereka tidak tahu data matanya akan digunakan untuk apa. Ini sangat berisiko,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika data biometrik ini disalahgunakan, maka dampaknya bisa sangat fatal. Menurutnya, warga bisa saja kehilangan akses terhadap layanan penting seperti perbankan dan alat komunikasi.

Tri mengaku terus memantau perkembangan fenomena penggunaan aplikasi ini. Ia akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk melindungi warga dari potensi ancaman penyalahgunaan data pribadi, terutama selama belum ada kepastian hukum dari pihak penyelenggara.

“Kami akan terus pantau dan koordinasi dengan pemerintah pusat agar warga terhindar dari uji coba teknologi yang belum jelas manfaat dan keamanannya,” lanjutnya.

Tri juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak sembarangan menyerahkan data pribadi, apalagi data sensitif seperti biometrik, kepada pihak yang belum jelas izinnya.

Diketahui, Worldcoin juga mendapat sorotan di berbagai negara lainnya di dunia seperti Kenya, Prancis, Jerman, dan India, karena isu serupa soal keamanan data dan perlindungan privasi.

Baca juga artikel terkait APLIKASI atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher