Waktu Kemacetan di Jakarta selama Ramadan 2019 Diprediksi Berubah

Oleh: Adi Briantika - 6 Mei 2019
Dibaca Normal 1 menit
Polda Metro Jaya memprediksi waktu kemacetan lalu lintas di Jakarta selama bulan Ramadan 2019 akan berubah.
tirto.id - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyatakan waktu kepadatan arus lalu lintas di Jakarta dan sekitarnya pada bulan Ramadan 2019 kemungkinan besar berubah.

Oleh karena itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan berupaya mengantisipasi pergeseran waktu kemacetan tersebut.

Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakkan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol M Nasir mencontohkan, pada setiap pagi, kepadatan arus lalu lintas kemungkinan bergeser dari hari biasanya yang dimulai pada pukul 05.30 WIB.

“Akan bergeser sekitar pukul 06.00 WIB [daerah penyangga] dan pukul 06.30 WIB dalam kota," kata Nasir ketika dihubungi wartawan, pada Senin (6/5/2019).


Dia menjelaskan perubahan waktu terjadi karena jam masuk dan pulang kantor di Jakarta berubah selama Ramadan tahun ini.

“Jam pulang kantor berdasarkan aturan pemerintah dipercepat pukul 15.00 WIB. Jadi, pergerakan arus lalu lintas bergeser sekitar pukul 15.00-18.00 WIB," ucap Nasir.

Dia mengimbau masyarakat tidak khawatir karena kepolisian akan melakukan penyesuaian dengan perubahan waktu itu dalam mengatur arus lalu lintas.


Menurut Nasir, Ditlantas Polda Metro Jaya bekerja sama dengan TNI dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas selama Ramadan tahun ini.

Kawasan perkantoran, pasar tradisional dan modern, tempat ibadah dan pasar kaget akan menjadi fokus pengamanan petugas.

Nasir menambahkan lokasi penjualan jajanan berbuka juga kemungkinan besar akan menjamur di sejumlah titik di ibu kota. Misalnya di daerah Bendungan Hilir dan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Pasti dan sudah terjadi pola jajanan jalanan yang sifatnya insidental yaitu pasar kaget di pinggir jalan dan kawasan tertentu selama sebulan," ujar dia.


Baca juga artikel terkait RAMADAN 2019 atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Addi M Idhom
DarkLight