Vaksin COVID-19 Halal, MUI Diminta Segera Siapkan Fatwanya

Oleh: Iswara N Raditya - 3 Desember 2020
Dibaca Normal 1 menit
Wapres KH Ma’ruf Amin meminta kepada MUI untuk bersiap menyiapkan fatwa halal vaksin COVID-19.
tirto.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) diminta untuk segera menyiapkan fatwa halal terkait vaksin COVID-19 yang saat ini masih terus diupayakan untuk bisa disediakan. Hal tersebut disampaikan oleh langsung oleh mantan Ketua MUI yang juga Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma’ruf Amin.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada MUI yang sejak tahap awal telah aktif bersama instansi terkait untuk melakukan proses audit tentang kehalalan vaksin COVID-19,” kata Ma’ruf Amin dalam penutupan Musyawarah Nasional (Munas) X MUI di Hotel Sultan Jakarta beberapa waktu lalu, dikutip dari Antara.

”Saya juga meminta agar ketetapan atau fatwa MUI tentang kehalalan atau kebolehan digunakannya vaksin COVID-19 dapat terbit sebelum vaksin diedarkan, sebelum dilakukan vaksinasi,” imbuh tokoh yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI periode 2020-2025.

Ma’ruf Amin berharap vaksin COVID-19 segera tersedia dan didistribusikan dalam upaya mengakhiri pandemi. Selain itu, Wapres juga mengimbau kepada segenap elemen MUI, organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, dan para pemuka agama untuk turut melakukan sosialisasi terkait pentingnya vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat.

“Program vaksinasi COVID-19 dengan skala sangat masif dari segi jumlah, sebaran wilayah dan waktu pelaksanaan serentak, belum pernah terjadi sebelumnya, baik di Indonesia maupun di negara lain dalam sejarah. Kegiatan yang sangat krusial ini Insya Allah akan mulai kita laksanakan pada awal tahun depan,” beber Ma’ruf Amin.

“Saya mengajak MUI dan segenap ormas, lembaga keagamaan, para pemuka agama serta tokoh masyarakat untuk turut serta bersama Pemerintah membangun kesadaran, kesiapan dan dukungan seluruh masyarakat akan pentingnya vaksinasi COVID-19,” tambahnya.


Menanti Vaksin COVID-19

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa vaksin COVID-19 akan tiba di Indonesia pada awal Desember 2020 nanti. Meskipun pandemi belum berakhir, namun adanya vaksin diharapkan bisa membuat situasi menjadi lebih baik dengan menerapkan langkah-langkah recovery.

"Saya tegaskan kembali bahwa pandemi belum berakhir, tetapi kita akan melangkah, segera melangkah untuk recovery, untuk pemulihan melalui vaksinasi yang Insya Allah nanti kita harapkan vaksinnya sudah datang di akhir bulan November ini atau awal Desember 2020, tetapi itu juga tidak langsung bisa disuntikkan, dilakukan vaksinasi, tidak,” ungkap Presiden Jokowi dikutip dari channel YouTube resmi Sekretariat Presiden.

"Masih menunggu langkah-langkah kaidah-kaidah scientific, data-data science yang diperlukan untuk mendapatkan yang namanya emergency use authorization dari BPOM [Badan Pengawas Obat dan Makanan]. Jadi, meskipun vaksin sudah datang kita masih menunggu tahapan-tahapan di BPOM," lanjutnya.

Sementara itu, Satgas Penanganan COVID-19 mengingatkan, penerapan perilaku disiplin 3M tetap harus dilakukan meskipun vaksin sudah tersedia nantinya. Selalu #ingatpesanibu dengan menerapkan 3M yaitu memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Meskipun vaksin akan datang, kita harus tetap disiplin menerapkan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak aman). Mari kita praktikkan 3M tersebut sebagai satu-kesatuan karena 3M ini satu paket,” kata dr. Reisa Broto Asmoro selaku Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, dikutip dari situs resmi.

_______________________

Artikel ini diterbitkan atas kerja sama Tirto.id dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca juga artikel terkait KAMPANYE COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Agung DH
DarkLight