Menuju konten utama

Update Kasus Penembakan Serbia: Berapa Lama Kosta Dipenjara?

Update kasus penembakan di Serbia dan kronologinya. Lantas, berapa lama Kosta dipenjara?

Update Kasus Penembakan Serbia: Berapa Lama Kosta Dipenjara?
Seorang anak laki-laki berjalan melewati grafiti di taman bermain yang bertuliskan: "Kosta kami menunggumu" di Beograd, Serbia, Sabtu, 6 Mei 2023. Kosta Kecmanovic adalah seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang pada Rabu menggunakan senjata ayahnya untuk membunuh delapan orang siswa dan seorang penjaga. (Foto AP/Armin Durgut)

tirto.id - Kasus penembakan di sekolah Serbia pada Rabu, 3 Mei 2023 lalu menggemparkan dunia. Pasalnya, tragedi itu dilakukan anak berusia 13 tahun bernama Kosta Kecmanovic, sampai-sampai menewaskan total 9 orang. Lantas, berapa lama Kosta akan menjalani hukuman dipenjara?

Kosta Kecmanović melakukan aksi penembakan di pagi hari ketika akan mengawali sekolah di Vladislav Ribnikar Primary School, yang terletak di tengah kota Belgrade, Serbia. Sekolah ini menerima siswa usia 6 hingga 15 tahun.

Setelah melepaskan sejumlah tembakan, 8 siswa langsung meninggal dunia, 7 di antaranya putri, dan ditambah seorang penjaga sekolah. Kosta Kecmanović saat ini sudah ditahan pihak kepolisian. Berikut adalah update perkembangan kasusnya.

Update Perkembangan Kasus Kosta Kecmanovic

Aksi penembakan Kosta Kecmanovic sangat menyita perhatian di Serbia hingga penjuru dunia. Pasalnya, kasus penembakan masal semacam ini jarang terjadi di negara tersebut, bahkan di wilayah Balkan sekalipun.

Kosta Kecmanovic masih berusia 13 tahun. Ia sudah menjadi murid di sekolah Vladislav Ribnikar sejak tahun 2019.

Polisi menyebutkan, Kosta memakai 2 senjata api milik ayahnya dalam aksi yang sudah direncanakan selama sebulan itu. Bahkan, Kosta juga turut membawa 2 bom molotov dan telah menyusun daftar murid di kelasnya yang akan ditembak dan dibunuh.

Serbia sebenarnya sudah mempunyai undang-undang senjata api yang sangat ketat. Pihak berwenang telah mengeluarkan amnesti bagi pemilik yang menyerahkan atau mendaftarkan senjata api ilegal.

Namun, para ahli telah memperingatkan tentang bahaya dari senjata api ilegal yang masih ada di wilayah ini pasca perang dan kerusuhan sipil pada tahun 1990-an.

Di Serbia, terdapat 39,1 senjata api per 100 orang pada tahun 2019 atau angka tertinggi ketiga di dunia setelah AS dan Montenegro.

Berapa Lama KostaDipenjara?

Terkait ancaman hukuman untuk Kosta Kecmanovic, kejaksaan Beograd menyebutkan ia tidak dapat menghadapi tuntutan pidana. Pasalnya, remaja itu masih berusia di bawah 14 tahun. Kendati demikian, Kosta akan ditempatkan di sebuah klinik psikiatri untuk menjalani rehabilitasi.

Sedangkan ayahnya saat ini sudah ditangkap pihak kepolisian. Seperti mengutip The Guardian, ayahnya sebenarnya sudah menyimpan senjata dengan aman di brankas. Akan tetapi, Kosta Kecmanovic tahu kodenya.

"Sang ayah mengklaim bahwa senjata-senjata itu dikunci di brankas dengan sebuah kode, namun ternyata anak itu memiliki kodenya. Dia mengambil pistol dan tiga magazine dengan masing-masing 15 peluru," kata Menteri Dalam Negeri Serbia, Bratislav Gašić.

Menteri Pendidikan Serbia, Branko Ruzic telah mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari, mulai Jumat, 5 Mei 2023, untuk menghormati 9 korban meninggal. Sekolah-sekolah di Serbia juga ditutup pada hari Rabu.

Kronologi Penembakan di Serbia

Rabu, 3 Mei 2023, sekira pukul 08.30 pagi hari waktu setempat, Kosta Kecmanovic yang masih belia itu mulai masuk sekolah di Beograd, Serbia.

Bukannya mengawali hari dengan belajar, ia justru memberondong guru sejarah dan teman-teman sekelasnya dengan menggunakan senjata otomatis. Senjata yang dipakai Kosta ini milik ayahnya dan sudah berlisensi.

Aksi keji yang dilakukannya itu langsung menewaskan 8 siswa. Selain itu, ia juga menembak seorang penjaga sekolah yang mencoba menghentikan aksinya. Sang penjaga turut menjadi korban meninggal.

"Saya kira seseorang melemparkan petasan di koridor, tapi kemudian saya melihat penjaga jatuh ke tanah karena tertembak," ungkap salah satu siswa.

Selepas melakukan aksinya tersebut, Kosta Kecmanovic bukannya melarikan diri. Ia justru menghubungi polisi. Kosta menyerahkan diri dan ditangkap di halaman sekolah.

Sebelum memulai aksi penembakan di hari itu, pihak kepolisian menyatakan Kosta merencanakan cukup lama dan sudah mempunyai target penembakan.

"Tersangka telah merencanakan semuanya selama berbulan-bulan dan dia memiliki daftar korban, dengan target prioritas," beber Veselin Milic, kepala polisi Beograd, dikutip laman La Monde.

Aparat juga menunjukkan sketsa ruang kelas dan daftar sasaran korban yang sudah disusun Kosta Kecmanovic untuk melakukan penyerangan.

Laporan menyebutkan, 7 di antara 8 siswa yang tewas ini berjenis kelamin perempuan. Seorang siswa masih dalam kondisi kritis dan 4 lainnya dirawat secara intensif.

Selama ini, Kosta Kecmanovic dikenal agak berbeda dengan siswa lainnya. Presiden Serbia, Aleksandar Vucic menuturkan,"Semua orang menghindarinya di kelas karena dia berbeda."

Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Politik
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Alexander Haryanto