tirto.id - Bulan April 2025 telah tiba, terdapat beberapa tanggal merah yang bisa dimanfaatkan untuk liburan atau istirahat. Tidak hanya tanggal merah, bulan keempat tahun 2025 juga memuat beberapa cuti bersama.
Hari libur nasional pertama di bulan April 2025 jatuh pada 1 April untuk merayakan Idul Fitri 1446 Hijriah. Kemudian, pada pekan ketiga tepatnya pada 18 April juga merupakan tanggal merah, untuk memperingati wafat Yesus Kristus. Dua hari setelahnya, yakni pada 20 April merupakan libur akhir pekan sekaligus peringatan Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah).
Selain itu, cuti bersama Idul Fitri jatuh pada 2, 3, 4, dan 7 April, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati libur panjang. Dengan kombinasi libur nasional, cuti bersama, dan akhir pekan, bulan April menjadi waktu yang tepat untuk beristirahat atau berlibur.
Kalender Liburan selama Bulan April 2025
Berikut ini adalah daftar hari libur di bulan April 2025 lengkap dengan tanggal merah, cuti bersama, dan libur akhir pekan atau weekend:
Selasa, 1 April: Libur Nasional Idul Fitri 1446 Hijriah
Rabu, 2 April: Cuti Bersama Idul Fitri 1446 HijriahKamis, 3 April: Cuti Bersama Idul Fitri 1446 Hijriah
Jumat, 4 April: Cuti Bersama Idul Fitri 1446 Hijriah
Minggu, 6 April: Libur Akhir Pekan
Senin, 7 April: Cuti Bersama Idul Fitri 1446 Hijriah
Minggu, 13 April: Libur Akhir Pekan
Jumat, 18 April: Libur Nasional Wafat Yesus Kristus
Minggu, 20 April: Libur Akhir Pekan & Libur Nasional Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah)
Minggu, 27 April: Libur Akhir Pekan
April menjadi salah satu bulan yang memiliki waktu libur terbanyak sepanjang tahun 2025. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk beristirahat dan merencanakan berbagai aktivitas bersama keluarga.
Kapan Lebaran Idul Adha 2025?
Hari Raya Idul Adha 2025 diperkirakan jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025. Perhitungan ini mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia yang dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag), di mana 1 Dzulhijjah 1446 H diprediksi jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Dengan demikian, 10 Dzulhijjah, yang merupakan hari perayaan Idul Adha, akan berlangsung pada 6 Juni 2025.
Keputusan ini juga sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2025. Namun, umat Islam tetap perlu menunggu pengumuman resmi dari sidang isbat untuk kepastian tanggalnya.
Sementara itu, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah, dengan menggunakan metode hisab juga telah menetapkan Idul Adha 2025 jatuh pada 6 Juni 2025, sehingga kemungkinan besar pemerintah dan Muhammadiyah akan merayakan Idul Adha pada hari yang sama.
Idul Adha merupakan salah satu hari raya besar umat Islam yang ditandai dengan ibadah kurban serta berbagai amalan sunnah seperti Puasa Arafah, bertakbir, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Di saat yang bersamaan, pada Hari Raya Idul Adha jemaah haji di Tanah Suci melempar jumrah di Mina.
Kapan Hari Raya Waisak Tahun 2025?
Hari Raya Waisak tahun 2025 akan jatuh pada Senin, 12 Mei 2025, dengan puncak perayaannya pada pukul 23.55.29 WIB di Candi Borobudur. Waisak dikenal sebagai Hari Tri Suci Waisak, yang memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Siddhartha Gautama, yaitu kelahiran, pencapaian pencerahan, dan wafatnya sebagai Buddha.
Berdasarkan pengumuman dari Instagram resmi @dppwalubi_pusat pada 20 Februari 2025, berbagai kegiatan telah disiapkan untuk menyambut Waisak, di antaranya:
- 4 Mei 2025: Karya Bakti di Taman Makam Pahlawan di seluruh Indonesia
- 10-11 Mei 2025: Bakti sosial pengobatan gratis di Zona 2 Candi Borobudur
- 10 Mei 2025: Api Dharma di Mrapen, Grobogan, dan ritual pensakralan di Candi Mendut
- 11 Mei 2025: Air Berkah dari Umbul Jumprit, Temanggung, dan ritual pensakralan di Candi Mendut
- 12 Mei 2025: Kirab Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, pelepasan lampion Waisak, detik-detik Waisak, serta Pradaksina Candi Borobudur
Dengan berbagai perayaan keagamaan dan tanggal merah di bulan April hingga Mei 2025, masyarakat memiliki banyak kesempatan untuk beristirahat, merayakan hari besar, serta menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk.
Penulis: Astam Mulyana
Editor: Balqis Fallahnda & Yulaika Ramadhani