Update Corona Spanyol 19 April 2020: Data Kasus Meninggal & Sembuh

Oleh: Fitra Firdaus - 20 April 2020
Dibaca Normal 1 menit
Update virus Corona di Spanyol hingga Minggu (19/4/2020): total 195.944 kasus COVID-19. Jumlah korban meninggal perhari pada Minggu (19/4) adalah yang terendah sejak 22 Maret (394 orang).
tirto.id - Total terdapat 195.944 kasus virus Corona terkonfirmasi di Spanyol hingga Minggu (19/4/2020). Dari jumlah tersebut, 20.453 orang meninggal karena pengaruh COVID-19. Jumlah korban meninggal perhari (410 orang) pada Minggu (19/4) adalah yang terendah sejak 22 Maret (394 orang).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Spanyol, total sudah ada 77.357 orang sembuh dari virus Corona sejak pertama kali pandemi melanda negara tersebut pada 31 Januari 2020. Pada Minggu (19/4) tercatat ada 2.695 orang pulih.

Jumlah ini memang yang terendah dalam 6 hari terakhir, tetapi sejak 27 Maret (2.342 sembuh) atau 24 hari beruntun, tercatat angka sembuh selalu di atas 2.000 orang perhari.

Sementara itu, terkait kematian, 20.453 orang meninggal karena COVID-19, dengan angka tertinggi perhari terjadi pada 2 April (950 kematian). Sejak saat itu, jumlah terus menurun. Angka 410 orang pada Minggu (19/4) adalah yang terendah dalam 27 hari terakhir.

"Kematian memang memilukan. Tetapi hari ini (Minggu 19/4) kami memiliki 410 kematian, jelas di bawah rata-rata (kematian perhari) 500 orang yang kita miliki (di Spanyol). (Penurunan) Ini menawarkan harapan meski kami harus berhati-hati," kata Fernando Simon, kepala Departemen Darurat Kesehatan Publik Spanyol dikutip EFE.

Jumlah kasus baru dalam 24 jam terakhir di Spanyol pada Minggu (19/4) mencapai 4.218 kasus, sehingga total ada 195.994 sejak pandemi COVID-19. Jika dibandingkan dengan dua hari terakhir, tren penurunan kasus baru selalu terlihat, sejak Jumat (17/4) dengan 5.252 kasus dan Sabtu (18/4) dengan 4.499 kasus.

Fernando Simon menambahkan, dari total 195.944 kasus COVID-19 hingga Minggu (19/4) tercatat 15,6 persen di antaranya berasal dari tenaga medis.

Jika dirinci berdasarkan komunitas otonom, wilayah paling terdampak COVID-19 di Spanyol adalah Comunidad de Madrid dengan 54.884 kasus pada Minggu (19/4). Dari jumlah ini, tercatat 7.239 orang meninggal, sedangkan 31.313 orang pulih dari infeksi virus Corona.



Dikutip dari Reuters, Spanyol sendiri melakukan sekitar 40.000 tes virus Corona perhari, salah satu yang tertinggi di negara-negara Eropa.

Spanyol sejak Senin (13/4) lalu sudah melakukan pelonggaran kebijakan lockdown dengan mengizinkan para pekerja sektor non-esensial yang tidak dapat bekerja di rumah, kembali ke kantor masing-masing.

Perdana Menteri Pedro Sanchez pada Sabtu (18/4) menyatakan akan meminta parlemen untuk menambah lockdown nasional hingga 9 Mei 2020. Namun, larangan-larangan akan dibuat lebih fleksibel. Salah satunya adalah, mengizinkan anak-anak keluar dari rumah setelah 27 April, meski izin tersebut akan dibatasi dan bergantung pada syarat terhindar dari penularan.

Sementara itu berdasarkan data Center for Systems Science and Engineering (CSSE) Johns Hopkins University hingga Senin (20/4/2020) pukul 08.38 WIB, tercatat 198.674 kasus COVID-19 di Spanyol dengan rincian 20.453 kematian dan 77.357 orang dinyatakan sembuh. Angka kasus ini di atas Italia (178.972 kasus) dan Perancis (178.972 kasus), dan masih di bawah Amerika Serikat (758.720 kasus).

Berikut data jumlah kasus, kematian, dan kesembuhan terkait virus Corona hingga Minggu (19/4/2020) di Spanyol.


Wilayah Jumlah
Kasus
Jumlah
Meninggal
Jumlah
Sembuh
Comunidad de Madrid 54.884 7.239 31.313
Catalunya 40.600 3.933 13.691
Castilla & La Mancha 16.625 1.963 3.963
Castile y Leon 15.621 1.458 5.262
Basque 12.569 1.062 6.972
Andalusia 11.205 993 3.116
Comunidad Valenciana 9.937 1.065 4.547
Galicia 8.185 346 N/A
Aragon 4.831 619 1.175
Navarre 4.621 369 992
La Rioja 3.705 277 1.816
Extremadura 3.136 384 767
Asturias 2.298 196 596
Cantabria 2.050 153 610
Canary Islands 2.047 119 789
Balearic Islands 1.773 155 993
Murcia 1.644 116 652
Ceuta 109 4 59
Melilla 104 2 44

Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Fitra Firdaus
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Agung DH
DarkLight