Update Corona Jakarta 19 Juli: Tambah 312, Total Kasus 16.351

Oleh: Riyan Setiawan - 19 Juli 2020
Dibaca Normal 1 menit
Penambahan COVID-19 di DKI Jakarta ada 312 kasus per 19 Juli 2020.
tirto.id - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengatakan pasien positif COVID-19 sebanyak 16.351 kasus per Minggu 19 Juli 2020.

Jumlah tersebut bertambah sebanyak 312 kasus dari pasien hari sebelumnya Sabtu (15/7/2020) sebanyak 16.351 orang. Kemudian sebanyak 745 pasien meninggal dunia dan 10.444 dinyatakan telah sembuh dari COVID-19.

"Sampai dengan hari ini kami laporkan, 925 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 4.237 orang melakukan isolasi diri di rumah," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes DKI, Fify Mulyanu.

Dalam laporan perkembangan COVID-19 Jakarta itu, Dinkes DKI tidak menjabarkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP).

Dia menerangkan Pemprov DKI telah meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR, dengan membangun Laboratorium Satelit COVID-19. Mengelola sebagian besar lahan RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan sejak 9 April 2020 dan membangun jejaring dengan 45 laboratorium pemeriksa COVID-19.

Pada 18 Juli 2020 kemarin, telah dilakukan tes PCR terhadap 4.891 orang, sehingga secara kumulatif terdapat 279.120 sampel yang telah diperiksa. Dari sejumlah data tersebut, 4.252 diantaranya dilakukan tes untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru.

"Hasilnya 312 positif dan 3.940 negatif," ucapnya.

Selain itu, Pemprov DKI juga telah melakukan rapid test di 6 wilayah kota/kabupaten Administrasi Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP). Totalnya, sebanyak 279.120 orang telah melakukan tes cepat.

Dari hasil rapid tes, persentase positif COVID-19 sebesar 3,5 persen, dengan total 9.706 orang dinyatakan reaktif dan 269.414 orang dinyatakan non-reaktif.

"Untuk kasus positif ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab secara PCR, dan apabila hasilnya positif, dilakukan rujukan ke Wisma Atlet atau RS atau dilakukan isolasi secara mandiri di rumah," jelas dia.

Sejak tanggal 4 Juni, Kepala Dinkes DKI Jakarta mengeluarkan surat edaran untuk puskesmas melakukan pencarian kasus aktif selain terus melakukan pelacakan kontak. Temuan kasus aktif yang dilakukan oleh puskesmas di pasar, pemukiman rawan, atau tempat umum lainnya yang diperkirakan merupakan tempat penularan kasus berdasarkan perhitungan epidemologi.

Hasil identifikasi, 55 persen dari pasien positif yang ditemukan adalah orang tanpa gejala (OTG). Untuk itu, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap melakukan protokol 3M Lawan COVID seperti memakai masker dengan benar, menjaga jarak aman 1-2 meter, dan mencuci tangan sesering mungkin.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Zakki Amali
DarkLight