Update Corona Dunia 30 September: Kasus Positif di Singapura Naik

Penulis: Yandri Daniel Damaledo - 30 Sep 2021 16:30 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Update corona dunia hari ini Kamis, 30 September 2021, jumlah positif di Singapura meningkat.
tirto.id - Update terkini kasus corona COVID-19 masih terus bertambah di negara-negara seluruh dunia. Mengutip data dari situs Worldometers, hingga Kamis, 30 September 2021 pukul 16.17 WIB, angka kasus secara global saat ini mencapai 234,115,587, dengan 4,788,923 kematian.

Jumlah kesembuhan di seluruh dunia saat ini tercatat sebanyak 210,915,961. Sementara kasus aktif saat ini ada 18,410,703, yang mana 99,5 persen dalam keadaan bergejala ringan, sementara 0,5 persen dalam keadaam bergejala berat.

Negara dengan jumlah kasus terkonfirmasi paling banyak di dunia adalah Amerika Serikat, yaitu 44,199,496, dengan jumlah kasus aktif tertinggi yaitu 9,850,841.

India melaporkan 1,792 kasus harian baru, dengan total kasus terkonfirmasi mencapai 33,739,980, dan angka kematian sebanyak 448,090.

Ada 21,399,546 kasus terkonfirmasi di Brazil, dan 7,771,294 kasus di Inggris. Negara di urutan ke-5 adalah Rusia dengan 7,487,138 kasus.

Turki menempati urutan ke-6 dengan jumlah kasus mencapai 7,124,966, disusul Prancis 7,008,228, dan Iran 5,572,962 kasus.

Argentina di urutan ke-9 dengan 5,255,261, dan mengekor Spanyol 4,956,691 kasus.


Kasus positif COVID-19 di Singapura naik, pekerja diminta "WFH"



Duta besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo mengatakan pemerintah Singapura menerapkan kembali kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) sebagai upaya menurunkan angka kasus positif COVID-19.

Berdasarkan data, pada 26 September ada 1.939 kasus dan 27 September ada 1.647 kasus.

"Bagi pemerintah Singapura ini adalah jumlah yang cukup besar karena itu mereka melakukan antisapasi agar situasinya tidak mengalami pemburukan," kata Suryo Pratomo dalam dialog yang diadakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang dipantau di Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Selain bekerja dari rumah, Singapura juga kembali menerapkan sekolah daring sejak Senin (27/9) selama dua minggu.

"Makan di restoran hanya boleh 2 orang, menerima tamu 1 hari hanya boleh 2 orang saja. Masyarakat yang ingin makan di luar/ restoran harus sudah menerima vaksinasi lengkap," ujar Dubes Suryo seperti dilansir dari Antara.

Ia mengatakan pemerintah Singapura juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Di Singapura protokol kesehatan diterapkan secara ketat, orang keluar harus pakai masker dan orang makan di restoran harus menunjukkan bahwa dia sudah divaksin. Masyarakat yang melanggar protokol kesehatan dikenakan sanksi/denda hingga mencapai 10 ribu dolar Singapura atau penjara 6 bulan," kata Dubes Suryo.

Selain itu, Singapura mencoba mencegah penularan yang lebih tinggi melalui pengontrolan berbasis teknologi.

"Teknologi yang digunakan Singapura yaitu monitoring mereka yang menjalani 14 hari karantina dan pelacakan bersama," kata dia.

Singapura melakukan antisipasi terhadap masuknya varian baru dengan pengetatan pintu masuk.

"Pemerintah Singapura menerapkan aturan untuk orang masuk yang ketat. Kenapa Singapura rendah karena menerapkan aturan yang sangat ketat untuk pendatang dari luar untuk masuk ke Singapura," kata Dubes Suryo.


Update Kasus Corona di Indonesia Hari Ini



Indonesia menurut Worldometers kini berada di urutan ke-14 dunia dengan total kasus terkonfirmasi mencapai 4,213,414.

Berdasarkan data dari situs Satgas, hingga Rabu, 29 September 2021 kemarin, ada 1,954 kasus harian baru yang dilaporkan.

Jumlah kasus aktif saat ini mencapai 37,412 atau dalam persentase sebanyak 0,9 persen. Angka kesembuhan harian dilaporkan sebanyak 3,077, sehingga total keseluruhan mencapai 4,034,176.

Kemarin, ada 117 kasus kematian, dengan total keseluruhan mencapai 141,826 atau dalam persentase sebesar 3,4 persen.

Pada perkembangan vaksinasi sebanyak 89,822,987 dilaporkan telah menerima suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama, sementara 50,412,993 orang lainnya telah menyelesaikan dosis vaksin lengkap.


Baca juga artikel terkait UPDATE CORONA atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yantina Debora

DarkLight