Menuju konten utama

Update Corona 5 April 2020 di Indonesia & Dunia: Data Kasus Terbaru

Update Corona 5 April 2020: jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia kini mencapai 2.273 pasien. Angka kasus positif corona di dunia juga meningkat dan sudah menembus 1,2 juta orang.

Update Corona 5 April 2020 di Indonesia & Dunia: Data Kasus Terbaru
Ilustrasi Virus Corona. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia berdasarkan data terbaru pada hari ini masih menunjukkan peningkatan. Penambahan juga terjadi pada angka kematian dan kesembuhan pasien Covid-19.

Data terbaru hasil update pada Minggu, 5 April 2020, memperlihatkan total jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai 2.273 pasien.

Tercatat, ada penambahan kasus positif baru sebanyak 181 pasien dalam 24 jam terakhir. Angka penambahan ini cukup tinggi dibandingkan hari sebelumnya.

Update terbaru total jumlah kasus positif corona di Indonesia itu berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diperbaharui pada pukul 15.40 WIB, hari ini.

Data Gugus Tugas juga menunjukkan jumlah pasien positif Covid-19 yang sampai sekarang masih menjalani perawatan di Indonesia sebanyak 1.911 orang.

Pasien yang berhasil sembuh juga bertambah menjadi 164 orang. Angka kesembuhan ini setara 7,21 persen dari total jumlah kasus positif.

Akan tetapi, jumlah kematian pasien positif Covid-19 masih bertambah, yakni menjadi 198 orang. Data ini menunjukkan case fatality rate (CFR) atau rasio kematian pasien Covid-19 di Indonesia berubah menjadi 8,71 persen.

Hingga hari ini, kasus positif Covid-19 sudah menyebar di 32 provinsi, dengan DKI Jakarta sebagai episentrum utama.

Jumlah kasus positif Covid-19 yang ditemukan di DKI Jakarta telah mencapai 1.124 pasien. Angka kematian pasien Covid-19 di ibu kota sudah sebanyak 95 jiwa, serta jumlah pasien yang sembuh ada 56 orang. Dalam 24 jam terakhir, ditemukan 96 kasus baru di ibu kota.

Empat provinsi lainnya yang masuk dalam daftar 5 besar daerah dengan jumlah kasus terbanyak adalah:

-Jawa Barat: 252 kasus, 28 meninggal, 12 sembuh

-Jawa Timur: 188 kasus, 14 meninggal, 30 sembuh

-Banten: 177 kasus, 17 meninggal, 7 sembuh

-Jawa Tengah: 120 kasus, 18 meninggal, 14 sembuh.

Menurut Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, sampai hari ini, pemeriksaan untuk diagnosa Covid-19 telah dilakukan terhadap 9.712 orang. Pemeriksaan akan terus dilakukan agar pasien positif bisa segera diisolasi dan ditelusuri kontaknya.

Dia juga mengingatkan soal kemungkinan masih banyak kasus positif tanpa gejala yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Oleh karena itu, kata Yurianto, tindakan-tindakan pencegahan, seperti jaga jarak fisik, pemakaian masker, rajin mencuci tangan, mencegah tangan menyentuh wajah dan menjauhi kerumuman harus ditingkatkan.

"Mulai hari, sesuai dengan rekomendasi WHO, mari kita jalankan [gerakan] masker untuk semua, semua harus menggunakan masker. Masker bedah dan masker N95 untuk tenaga kesehatan, maka gunakan masker kain [bagi warga]," ujar dia dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB hari ini.

Yurianto menambahkan, "Tunda semua rencana bepergian. Bukan hanya [bepergian untuk] pulang ke kampung, tapi juga ke rumah teman atau saudara."

Update Virus Corona 5 April 2020 di Dunia

Pandemi virus corona (Covid-19) yang melanda dunia belum menunjukkan tanda-tenda mereda. Sejauh ini, kasus penularan virus corona telah ditemukan di 206 negara.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Worldometers, hingga pukul 15.00 WIB, 5 April 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di dunia mencapai angka 1.203.932 pasien.

Dari 1,2 juta kasus positif corona, sebanyak 64.787 pasien corona telah meninggal dunia. Adapun pasien yang berhasil sembuh mencapai 247.301 orang.

Sedangkan merujuk pada data CSSE Johns Hopkins University, sampai pukul 15.00 WIB, 5 April 2020, total jumlah kasus positif Covid-19 telah sebanyak 1.203.923 pasien.

Di sisi lain, 64.806 pasien positif corona telah meninggal dunia. Sementara mereka yang sudah sembuh dari penyakit Covid-19 mencapai 247.273 orang.

Amerika Serikat, Spanyol, Italia, Jerman dan Perancis saat ini menempati daftar 5 negara dengan angka kasus Covid-19 tertinggi di dunia.

Angka kasus positif Covid-19 di lima negara tersebut semakin jauh melampaui jumlah di China yang penambahannya telah menurun drastis dalam beberapa pekan terakhir.

Selain itu, angka kematian akibat Covid-19 yang tertinggi saat ini tercatat di Italia, Spanyol dan Perancis. Sedangkan jumlah pasien yang sembuh paling banyak ada di China, Spanyol dan Jerman.

Berikut data detail daftar 10 negara dengan jumlah kasus positif Covid-19 terbanyak per 5 April 2020.

1. Amerika Serikat: 312.237 kasus positif corona (8.503 jiwa meninggal, 15.021 orang sembuh)

2. Spanyol: 126.168 kasus positif corona (11.947 jiwa meninggal, 34.219 orang sembuh)

3. Italia: 124.632 kasus positif corona (15.362 jiwa meninggal, 20.996 orang sembuh)

4. Jerman: 96.092 kasus positif corona (1.444 jiwa meninggal, 26.400 orang sembuh)

5. Perancis: 90.853 kasus positif corona (7.574 jiwa meninggal, 15.574 orang sembuh)

6. China: 82.574 kasus positif corona (3.333 jiwa meninggal, 77.187 orang sembuh)

7. Iran: 55.743 kasus positif corona (3.452 jiwa meninggal, 19.736 orang sembuh)

8. Inggris: 42.479 kasus positif corona (4.320 jiwa meninggal, 215 orang sembuh)

9. Turki: 23.934 kasus positif corona (501 jiwa meninggal, 786 orang sembuh).

10. Swiss: 20.505 kasus positif corona (666 jiwa meninggal, 6.415 orang sembuh).

Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus telah menyatakan jumlah kasus Covid-19 yang menembus angka 1 juta tidak hanya memperlihatkan peningkatan krisis kesehatan di dunia.

"Kita semua sadar akan konsekuensi sosial dan ekonomi yang mendalam dari pandemi ini," ujar dia dalam konferensi pers WHO pada 3 April lalu.

Dalam jangka pendek, kata dia, negara-negara yang tengah melakukan pembatasan sosial untuk mencegah penularan, bisa meringankan beban populasi yang rentan lewat program kesejahteraan sosial. Namun, sejumlah negara perlu mendapatkan keringanan utang untuk menerapkan hal ini.

Tedros juga menegaskan strategi terbaik untuk menangani pandemi corona adalah meningkatkan tes, menemukan kasus-kasus positif dan mengisolasinya, merawat para pasien agar sembuh dan melaksanakan penelusuran kontak.

"Jika banyak negara terburu-buru mencabut pembatasan, penularan virus dapat muncul kembali dan dampak ekonomi bahkan bisa lebih parah dan berkepanjangan," tambah dia.

Maka, Tedros melanjutkan, tetap melaksanakan upaya menangani pandemi merupakan investasi penting, tidak hanya untuk menyelamatkan banyak nyawa, tetapi juga demi pemulihan sosial dan ekonomi dalam jangka panjang.

Konsekuensinya, seluruh negara, harus bersedia mengeluarkan ongkos besar untuk melanjutkan upaya penanganan pandemi, termasuk melakukan pencegahan infeksi serta membiayai pelayanan kesehatan secara maksimal.

Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan lainnya dari Addi M Idhom

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH