Update Corona 25 Maret di Jogja: 18 Positif dan 3 Meninggal

Oleh: Alexander Haryanto - 25 Maret 2020
Dibaca Normal 1 menit
Per 25 Maret 2020 total terdapat 18 kasus positif corona di Jogja dan tiga di antaranya meninggal dunia.
tirto.id - Jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melonjak drastis. Menurut Pemda DIY, lonjakan angka hari ini merupakan akumulasi uji lab sebelumnya yang belum keluar. Per 25 Maret 2020 total terdapat 18 kasus dan tiga di antaranya meninggal dunia.

Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih menyatakan terdapat pertambahan jumlah kasus positif Corona sebanyak 12 orang dari hari sebelumnya.

"Hasil [pemeriksaan] positif [terinfeksi Corona] 18 [orang]. Sembuh satu, meninggal tiga," kata Berty kepada wartawan, Rabu (25/3/2020).

Total terdapat 115 orang yang telah diperiksa. Sebanyak 33 orang dinyatakan negatif Corona, sementara 64 pasien lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan. Dari 64 orang itu dua orang dinyatakan meninggal dunia.

Tiga pasien positif yang dinyatakan meninggal dunia adalah pasien kasus positif ke-2 yakni Guru Besar UGM Iwan Dwiprahasto, kasus positif ke-10 seorang wanita berusia 69 tahun asal Kecamatan Depok Sleman, dan kasus positif ke-17 seorang laki-laki berusia 54 tahun asal Kebumen, Jawa Tengah yang dirawat di RS Panti Rapih.

Sementara dua orang PDP yang meninggal namun belum diketahui hasil pemeriksaan Covid-19 yakni seorang pria berusia 73 tahun asal Kecamatan Jetis Bantul meninggal di RSUD Panembahan Senopati. Dan seorang laki-laki 66 tahun asal kecamatan Wonosari, Gunungkidul meninggal di RS Panti Rapih.

Masyarakat bisa memantau jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien dalam Pengawasan (PDP), dan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Jogja melalui situs web corona.jogjaprov.go.id.

Berikut daftar untuk kasus positif ke-7 hingga 18 di DIY yang diambil dari data per 25 Maret 2020:

1. Kasus ke-7 warga asal Bantul usia 7 tahun , Kecamatan Bambanglipuro di Rumah Sakit Panembahan Senopati
2. Kasus ke-8 warga asal Sleman usia 36 tahun, Kecamatan Kalasan di Rumah Sakit JIH
3. Kasus ke-9 warga asal Kulon Progo usia 4 bulan, Kecamatan Wates di RSUD Wates
4. Kasus ke-10 warga asal Sleman berusia 69 tahun, Kecamatan Depok di RS Bethesda
5. Kasus ke-11 warga asal Gunung Kidul berusia 55 tahun, Kecamatan Ponjong di RSUD Wonosari
6. Kasus ke-12 warga asal Sleman berusia 35 tahun, Kecamatan Gamping di RS Panti Rapih
7. Kasus ke-13 warga asal Kota Yogya berusia 39 tahun, Kecamatan Umbulharjo di PS Panti Rapih
8. Kasus ke-14 warga asal Kota Yogya berusia 71 tahun, Kecamatan Gondomanan, domisili di Kasihan Bantul di RS Panti Rapih
9. Kasus ke-15 warga asal Sleman berusia 59 tahun, Kecamatan Ngaglik di RS Panti Rapih
10. Kasus ke-16 warga asal Sleman, Kecamatan Ngemplak di RS Panti Rapih
11. Kasus ke-17 warga asal Kebumen, Jawa Tengah berusia 54 tahun di RS Panti Rapih
12. Kasus ke-18 warga asal Sleman, Kecamatan Depok di RS Bhayangkara.

Khusus untuk bayi berusia 4 bulan asal Kulon Progo, Berty menyatakan, bayi tersebut memiliki riwayat kontak sepulang dari Solo, Jawa Tengah. "Riwayat kontak bayi 4 bulan adalah pulang dari Solo," kata Berty.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA DI YOGYAKARTA atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight