Typhoon Hagibis Melanda Jepang, 5 Orang Tewas dan Puluhan Luka-Luka

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 13 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Typhoon Hagibis yang melanda Jepang menyebabkan 5 orang tewas dan puluhan luka-luka per Minggu, 13 Oktober 2019.
tirto.id - Typhoon Hagibis melanda Jepang pada Sabtu (12/10/2019) malam waktu setempat. Typhoon Hagibis ini menyebabkan lima orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka, demikian sebagaimana diwartakan CNN.

Badan Meteorologi Jepang (The Japanese Meteorological Agency/JMA) menyatakan, typhoon melanda Jepang pada pukul 07.00 pm waktu setempat di Semenanjung Izu, barat daya Tokyo.

JMA mengeluarkan peringatan Emergency Weather Warning (Level 5) dan menyerukan agar masyarakat tetap waspada terhadap hujan dan embusan angin. Peringatan itu dikeluarkan untuk kota-kota di 12 prefektur termasuk Tochigi, Ibaragi, Fukushima, Miyagi, dan Nligat.

"Ini adalah situasi level 5; semacam bencana mungkin telah terjadi. Orang-orang sangat disarankan untuk segera bertindak, segera melindungi nyawa mereka," ujar peramal cuaca JMA, Yasushi Kajiwara.

Pihak berwenang mengkonfirmasi setidaknya lima orang tewas akibat Hagibis per Minggu (13/10/2019). Tiga orang-dua pria dan seorang wanita-ditemukan tewas di Prefektur Kanagawa, sementara satu pria tewas karena tanah longsor di Prefektur Gunma, dan seorang pria lain tewas pada hari sebelumnya karena angin topan akibat badai.

Otoritas pemadam kebakaran juga mengonfirmasi 33 orang terluka dan satu orang hilang di Kota Gotenba.

Tak hanya menewaskan 5 orang, topan Hagibis yang datang saat Jepang menjadi tuan rumah Piala Dunia Rugby, membuat dua pertandingan batal dilaksanakan, yaitu Inggris-Perancis dan Selandia Baru-Italia.

Pertandingan Pool B pada Minggu (13/10/2019) antara Namibia dan Kanada di Kamaishi juga dibatalkan beberapa jam sebelum laga berlangsung. Otoritas Piala Dunia juga mengatakan, mereka sedang mengevaluasi apakah pertandingan tambahan hari Minggu perlu dibatalkan.

Aljazeera mewartakan, Hagibis juga menyebabkan Grand Prix Jepang tertunda dan semua penerbangan di wilayah Tokyo dibatalkan.

JMA menyebut, Hagibis yang terjadi pasa Sabtu malam ini menimbulkan embusan angin hingga 216 kilometer per jam (134 mil) per jam).

Korban pertama dari badai itu terjadi berjam-jam sebelum tiba di pantai ketika angin kencang membalik sebuah mobil di Chiba, timur Tokyo dan menewaskan pengemudi.

Menjelang Sabtu sore, puluhan ribu orang berada di tempat pengungsian dan menerima jatah darurat dan selimut. Di antara para pengungsi itu adalah orang-orang yang rumahnya dirusak oleh topan kuat yang melanda wilayah itu bulan lalu.

"Saya dievakuasi karena atap saya robek oleh topan lainnya dan hujan turun. Saya sangat khawatir dengan rumah saya," kata seorang lelaki berusia 93 tahun kepada penyiar nasional NHK ketika dia berlindung di sebuah pusat di Tateyama di Chiba, timur Tokyo.

Pemerintah kota mengeluarkan perintah evakuasi untuk daerah-daerah yang berisiko banjir dan tanah longsor, termasuk beberapa wilayah di Tokyo yang paling padat penduduknya.

Para ahli memperingatkan, Tokyo yang telah lama dikondisikan bersiap untuk menghadapi gempa bumi, juga perlu mempersiapkan diri untuk mengantisipasi bencana banjir.

Tokyo, tempat 1,5 juta orang hidup di bawah permukaan laut, rentan terhadap kerusakan akibat gelombang badai, kata Nobuyuki Tsuchiya, direktur Pusat Penelitian Riverfront Jepang.

"Kami sedang menghadapi air pasang. Jika topan menghantam Tokyo saat air pasang tinggi, itu bisa menyebabkan badai dan itu akan menjadi skenario paling menakutkan," katanya.

Jepang dihantam sekitar 20 topan per tahun, meskipun daerah ibu kota tidak terlalu terpengaruh.

Hagibis menyerang Jepang hanya beberapa minggu setelah Topan Faxai menghantam daerah itu dengan kekuatan yang sama, menewaskan dua orang dan menyebabkan kerusakan besar di Chiba.


Baca juga artikel terkait TOPAN atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
DarkLight