Menuju konten utama

Trump akan Mengakui Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Para pemimpin Arab telah memperingatkan agar AS tidak memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Trump akan Mengakui Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
Polisi Israel mengawal Yehuda Glick, anggota Knesset, parlemen Israel, saat mengunjungi halaman Kubah Sakhrah bagi Muslim dan Bait Allah bagi Yahudi, di Kota Tua Yerusalem, Selasa (29/8/2017). ANTARA FOTO/REUTERS/Ammar Awad

tirto.id - Donald Trump akan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, kata pejabat senior pemerintah. Namun dikatakan bahwa Presiden AS itu belum berencana memindahkan segera kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Berita tersebut mencuat menjelang pidato yang akan dibuat oleh Trump pada Rabu (6/12/2017) hari ini.

Para pemimpin Arab telah memperingatkan agar AS tidak memindahkan kedutaan besarnya di Israel ke Yerusalem.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud mengatakan kepada Trump bahwa relokasi kedutaan atau pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel "akan merupakan provokasi mencolok umat Islam, di seluruh dunia."

Status Yerusalem yang menjadi tempat suci bagi orang Israel dan Palestina sampai kini masih diperdebatkan.

Israel selalu menganggap Yerusalem sebagai ibu kotanya, sementara Palestina mengklaim Yerusalem Timur sebagai ibu kota negaranya di masa depan.

Dalam mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, AS menjadi negara pertama yang melakukannya sejak berdirinya negara bagian itu pada tahun 1948.

Isu tersebut segera berlanjut ke jantung konflik Israel dengan Palestina yang mendapat dukungan dari seluruh dunia Arab dan dunia Islam yang lebih luas.

Kota Yerusalem ini merupakan rumah bagi situs-situs keagamaan utama yang suci bagi Yahudi, Islam, dan Kristen, terutama di Yerusalem Timur.

Israel menduduki sektor ini, yang sebelumnya diduduki oleh Yordania, dalam perang Timur Tengah 1967 dan menganggap seluruh kota sebagai ibu kota yang tak terpisahkan.

Orang-orang Palestina mengklaim Yerusalem Timur sebagai ibu kota sebuah negara masa depan. Menurut kesepakatan damai Israel-Palestina tahun 1993, status terakhir kota dimaksudkan untuk dibahas dalam tahap akhir perundingan damai.

Kedaulatan Israel atas Yerusalem tidak pernah diakui secara internasional sehingga semua negara mempertahankan kedutaan mereka di Tel Aviv.

Sejak 1967, Israel telah membangun selusin permukiman, rumah bagi sekitar 200.000 orang Yahudi, di Yerusalem Timur. Ini dianggap ilegal menurut hukum internasional meski Israel membantahnya.

Dalam mengakui Yerusalem, AS dapat memperkuat posisi Israel bahwa permukiman di bagian timur adalah komunitas Israel yang sah.

Pejabat administrasi Trump mengatakan bahwa mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dipandang sebagai "pengakuan atas realitas" oleh pemerintah AS.

Namun, batas-batas spesifik kota akan tetap tunduk pada kesepakatan status akhir, kata pejabat tersebut. Adapun status tempat suci tidak akan terpengaruh.

Seperti diwartakan BBC News, Trump juga akan mengarahkan departemen negara bagian untuk memulai proses memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem, tapi ini bisa memakan waktu beberapa tahun.

Pejabat AS menambahkan bahwa presiden akan menandatangani pengabaian reguler yang menghalangi langkah pemindahan kedutaan tersebut dari Tel Aviv ke Yerusalem sampai gedung baru selesai dibangun.

Menjelang pengumuman resminya, Trump menelpon beberapa pemimpin negara bagian untuk memberi tahu mereka bahwa dia bermaksud memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas memperingatkan tentang "konsekuensi berbahaya keputusan [pemindahan] itu terhadap proses perdamaian, keamanan, serta stabilitas kawasan dan dunia."

Sementara itu, Raja Yordania Abdullah mengatakan bahwa keputusan tersebut akan "melemahkan upaya untuk melanjutkan proses perdamaian" dan memprovokasi umat Islam.

Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi mendesak Trump "untuk tidak memperumit situasi di wilayah ini."

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan negaranya dapat memutuskan hubungan dengan Israel jika AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Baca juga artikel terkait KONFLIK ISRAEL PALESTINA atau tulisan lainnya dari Yuliana Ratnasari

tirto.id - Politik
Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari