Tokopedia Ubah Kebijakan Privasi, Apa Dampaknya ke Data Pribadi?

Oleh: Mohammad Bernie - 11 Februari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Aplikasi jual beli Tokopedia memperbarui seluruh kebijakan privasi data pengguna per 3 Februari 2021. Apa dampaknya ke pengungkapan data pribadi pengguna?
tirto.id - Aplikasi jual beli Tokopedia memperbarui seluruh kebijakan privasi data pengguna per 3 Februari 2021. Oleh sebab itu, pihak Tokopedia menyarankan pada penggunanya untuk membaca dan mempelajari seluruh isi kebijakan privasi terbaru tersebut demi keamanan data pribadi pengguna.

"Hal ini merupakan upaya Tokopedia untuk memastikan agar setiap pengguna memahami bagaimana informasi mereka digunakan dan memiliki kendali atas informasi pribadi mereka," kata External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya lewat keterangan tertulis yang diterima Tirto pada Kamis (11/2/2021).

Terdapat 11 pasal yang diatur dalam kebijakan privasi teranyar tersebut, di antaranya, perolehan dan penggunaan data pribadi pengguna; pengungkapan data pribadi pengguna; dan data pribadi pengguna akses dan perbaikan data pribadi pengguna.

Pasal pasal A ayat 1 dijelaskan mengenai data yang diserahkan secara mandiri oleh pengguna kepada aplikasi. Ada salah satunya, data pembayaran pada saat transaksi, termasuk tapi tidak terbatas pada data rekening bank, kartu kredit, virtual account, instant payment, internet banking, dan gerai ritel.

Pada pasal A ayat 2 dijelaskan mengenai data yang terekam saat pengguna menggunakan situs. Ada 5 jenis informasi, di antaranya, data lokasi riil atau perkiraannya seperti alamat IP, lokasi WiFi, dan geo location; dan data perangkat keras, termasuk model, sistem operasi, nomor IMEI, dll.

Sedangkan pasal A ayat 3 pun dikatakan Tokopedia juga mendapat data dari sumber lain. Di antaranya, data geo location dari mitra Tokopedia dan data dari penyedia layanan finansial.

Lantas apa yang akan dilakukan dengan data itu?

Pada pasal B ayat 2 poin a, Tokopedia bisa memberikan rekomendasi produk, asuransi, pembiayaan, dan pinjaman. Pada pasal C ayat 1 dikatakan, data pribadi itu juga bisa diberikan kepada pihak ketiga, vendor, konsultan, mitra pemasaran, lembaga riset, dan lainnya. Termasuk anak perusahaan dan afiliasinya.

"Kami melakukan pengungkapan data kepada mitra yang bekerja sama dengan Tokopedia untuk (1) memberikan layanan di situs/aplikasi Tokopedia, (2) riset/pengembangan situs/aplikasi, serta (3) menyajikan konten yang sesuai dengan kebutuhan pengguna," kata Ekhel.

Walau begitu, Ekhel menjamin Tokopedia tetap mengutamakan kerahasiaan data pengguna dalam pengelolaannya.

"Kerahasiaan dan keamanan data pribadi pengguna akan selalu menjadi prioritas utama, dan ini akan terus menjadi upaya berkelanjutan dari kami, karena bisnis Tokopedia adalah bisnis kepercayaan," katanya.

Sebagai catatan, pada 2020 lalu 91 juta data pengguna Tokopedia sempat bocor dan diperjualbelikan di Raidsforum.


Baca juga artikel terkait TOKOPEDIA atau tulisan menarik lainnya Mohammad Bernie
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Mohammad Bernie
Penulis: Mohammad Bernie
Editor: Maya Saputri
DarkLight