Menuju konten utama

TKN Tak Akui Ijtima Ulama III

Menurut Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding, Ijtima Ulama Jilid III bukan keputusan ulama yang mewakili seluruh umat Islam di Indonesia dan hanya akal-akalan dari kubu paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

TKN Tak Akui Ijtima Ulama III
Abdul Kadir Karding, wakil ketua timses Jokowi-Ma'ruf Amin berkunjung ke kantor media tirto.id. tirto.id/Bhaga

tirto.id -

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin tidak mengakui Ijtima Ulama Jilid III sebagai keputusan ulama yang mewakili seluruh umat Islam di Indonesia.

Menurut mereka itu hanya akal-akalan dari kubu paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Ijtima Ulama itu Ijtima Ulama-ulamaan dan buatan ya. Harusnya kalau menggunakan nama ulama mestinya ada prinsip-prinsip harus diikuti," kata Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding kepada wartawan, Kamis (2/5/2019).

Langkah-langkah yang dimaksud Karding adalah soal kejujuran, kaidah fiqih, dan mempertimbangkan kepentingan dan keutuhan persatuan Indonesia.

Ketika salah satu hasil keputusan adalah mendiskualifikasi paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf, Karding menganggap itu sudah tidak benar.

"Jadi menurut saya itu adalah suatu ijtima-ijtimaan itu, tidak mencerminkan Ijtima Ulama, tapi lebih kepada gerombolan-gerombolan politik yang memiliki kepentingan politik yang memang berbeda dengan 01," katanya lagi.

Memang sebagian orang yang hadir merupakan ulama yang berada di kubu pendukung paslon 02. Sebut saja Slamet Maarif yang menjabat Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dan Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak yang sudah deklarasi dukungan pada Prabowo-Sandi.

"Yang pasti juga Ijtima Ulama bukan mekanisme legal-formal dalam konstitusi ketika tidak puas dengan hasil pemilu. Namun, sekali lagi, silakan saja, mau buat Ijtima Ulama. Negara melindungi kebebasan warga negara bersyarikat dan berkumpul," kata Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni.

Baca juga artikel terkait IJTIMA ULAMA atau tulisan lainnya dari Felix Nathaniel

tirto.id - Politik
Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Nur Hidayah Perwitasari