tirto.id - Jemaah haji Indonesia gelombang pertama telah sampai Madinah secara bertahap sejak 22 April 2026. Hingga hari keempat, total 15.349 jemaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Salah satu destinasi yang perlu diziarahi oleh jemaah haji di Madinah adalah berdoa di Raudhah.
Raudhah adalah suatu tempat di Masjid Nabawi yang letaknya ditandai dengan tiang-tiang putih, berada di antara Rumah Nabi (sekarang Makam Rasulullah SAW) sampai mimbar. Tempat ini memiliki luas dari arah timur ke barat sepanjang 22 meter dan dari utara ke selatan 2 meter.
Sebagian jemaah percaya lokasi ini merupakan tempat yang mustajab untuk berdoa. Meskipun demikian, belum banyak di kalangan jemaah haji yang tahu cara mengunjungi Raudhah.
Agususanto petugas Pembimbing Ibadah (Bimbad) di Sektor Bir Ali, Madinah memberikan tips supaya para jemaah bisa mengunjungi Raudhah dengan tertib. Dengan demikian, jemaah haji Indonesia diharap tidak lagi mengalami kebingungan.
Agus membeberkan, untuk dapat mengunjungi Raudhah jemaah harus mengikuti aturan yang berlaku. Salah satunya adalah mendaftarkan diri dengan menggunakan Kartu Nusuk.
"Kami kembali memfasilitasi jemaah Indonesia untuk pendaftaran kolektif untuk [masuk] Raudhah. Jadi konsepnya adalah Bimbad yang bertanggung jawab untuk menginput seluruh data agar mendapatkan tasreh (izin masuk) memasuki Raudhah, dan itu adalah sistem kolektif, jadi akan dikontrol oleh sektor khusus dari Nabawi yang akan masuk rombongan," kata Agus.
Oleh sebab itu, kata Agus, masing-masing kloter yang terdiri dari ketua rombongan (karom) dan ketua regu (karu) harus aktif secara keseluruhan. "Jadi tidak perlu memegang satu aplikasi atau satu tasreh," kata Agus.
Dalam satu lembar tasreh biasanya terdapat maksimal 50 nama. "Bisa jadi 50, 45, 40 tergantung kuantitas yang tersedia saat itu," kata dia.
Agus mengatakan, yang difasilitasi negara adalah minimal satu kali untuk memasuki Raudhah. "Ini akan diatur oleh sektor masing-masing dan akan disosialisasi oleh bimbad sektor bekerja sama dengan bimbad-bimbad kloter masing-masing untuk penjadwalannya," kata dia.
Karena itu, kata dia, jemaah tinggal menunggu saja dan bersabar. Nanti ada jadwal masing-masing, dan jadwal ini akan diatur agar tidak bentrok dengan ziarah Kota Madinah.
Meskipun demikian, bagi jemaah haji Indonesia juga bisa mendaftar secara mandiri via aplikasi Nusuk yang bisa diunduh di telepon pintar masing-masing. Tinggal masuk aplikasi dan klik 'Rawdah', nantinya jemaah haji tinggal memilih waktu yang tersedia untuk mengunjungi Raudhah. Terdapat sejumlah waktu yang tersedia pada seperti saat pagi hari (Fajir), siang (Zuhur), sore (Asar, Magrib), dan malam (Isya).
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id
































