Menuju konten utama

Tidak Benar, Bahlil Umumkan Harga Pertamax Turun Jadi Rp10.500

Hingga artikel ditulis, Pertamina belum mengumumkan harga BBM terbaru. Penyesuaian & pengumuman harga BBM terbaru dilakukan terakhir kali pada 10 Juni 2026.

Tidak Benar, Bahlil Umumkan Harga Pertamax Turun Jadi Rp10.500
Periksa Fakta harga pertamax turun. foto/Fuad
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Isu terkait penyesuaian harga BBM non-subsidi seperti Pertamax, pembatasan pembelian BBM, dan kepastian pasokan nasional terus menjadi sorotan di tengah dinamika harga minyak dunia.

Teranyar, beredar di media sosial Facebook unggahan yang mengklaim Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Bahlil Lahadalia mengumumkan penurunan harga Pertamax menjadi Rp10.500 dampak dari minyak dunia yang mulai turun.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Desita Dini” (arsip) pada Selasa (16/06/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Bahlil seperti tengah diwawancarai.

Bahlil Menegaskan Pertamax Menjadi 10.500 per Liter Mulai Besok Karena Harga Minyak Dunia Mulai Turun,” begitu narasi tertulis dalam gambar.

Pengunggah juga menambahkan keterangan, “MBGmas bahlil ganteng. Harga minyak dunia turun, dampaknya harga BBM non- subsidi di Indonesia bakal diturunkan. Itu janji Pak Bahlil. Selama ini Pak Bahlil, senantiasa menjaga ucapannya.

Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (18/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 136 likes, 51 komentar, dan 5 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi pertanyaan masyarakat terkait kebenaran informasi tersebut.

Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Sar Aneuk Aceh,” “Dani Maulana,” dan "Sarwansyah". Semua unggahan tersebut menampilkan gambar serupa terkait klaim Bahlil umumkan harga Pertamax turun Rp10.500 imbas turunnya harga minyak dunia.

Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

Periksa Fakta harga pertamax turun

Periksa Fakta harga pertamax turun. foto/Hotline periksa faktatirto

Penelusuran Fakta

Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

Kami justru diarahkan ke laman CNBC Indonesia, yang menampilkan cuplikan video Bahlil melakukan siaran pers setelah bertemu dengan Prabowo membahas empat poin utama, mulai dari peningkatan hilirisasi, mencari energi alternatif, penataan tambang, hingga kesiapan sektor energi PLN.

Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Bahlil umumkan Pertamax 10.500 per liter karena minyak dunia turun,” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke laman Kompas, yang menyatakan beberapa unggahan yang beredar dan mencatut nama Bahlil umumkan harga Pertamax turun, pada awalnya dimaksudkan sebagai konten satire. Ini bisa dilihat pada pada akun X @PresidenKopi. Pada akun X tersebut pengunggah menuliskan "Mimpi Basah WNI" sebagai sumber postingan itu. Namun, sumber informasi ditulis sangat kecil sehingga nyaris tidak terlihat. Kalimat itu menunjukkan, bahwa konten yang dibagikan merupakan bentuk sindiran sarkastik terhadap harga Pertamax saat ini yang naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026.

Namun, banyak akun media sosial lain yang membagikan ulang konten tersebut, seperti pada akun Facebook yang beredar baru-baru ini dan sudah disebutkan di atas, menyebarkan narasi tersebut menjadi informasi hoaks dan kabar bohong.

Melansir YouTube Sekretariat Presiden, gambar asli Bahlil yang beredar adalah momen ketika Bahlil menyampaikan keterangan pers setelah Presiden Prabowo Subianto memanggilnya ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026. Bahlil menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan agar pemerintah terus memperkuat ketahanan energi nasional dengan mempercepat pengembangan sumber energi alternatif.

Kami melakukan rapat untuk membicarakan pada sektor energi dan sektor hilirisasi. Secara kebetulan kita lihat perkembangan geopolitik yang belum selesai. Bapak Presiden memerintahkan untuk segera mencari energi-energi alternatif,” begitu keterangan Bahlil.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga menegaskan bahwa pemerintah memastikan tidak ada perubahan harga untuk BBM bersubsidi maupun LPG bersubsidi. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global.

Kami menyampaikan bahwa harga BBM untuk bersubsidi maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali. Itu dulu. Nah, sementara harga yang nonsubsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada,” begitu jelas Bahlil.

Dalam keterangan pers tersebut, Bahlil tidak pernah mengatakan bahwa mulai besok harga Pertamax akan turun menjadi Rp10.500 karena harga minyak dunia turun, Bahlil hanya mengatakan bahwa penetapan harga BBM nonsubsidi, seperti Pertamax ditentukan berdasarkan harga pasar saat ini.

Sudah tentu perhitungannya akan dilakukan secara bijak oleh teman-teman usaha, baik Pertamax maupun pelaku swasta yang lainnya," begitu jelas Bahlil.

Bahlil juga memastikan, harga BBM subsidi, seperti biosolar dan Pertalite tidak mengalami perubahan, atau masih tetap. Keputusan tersebut diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi perekonomian RI.

Dalam laman resmi Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina Patra Niaga hingga saat ini belum mengumumkan harga BBM terbaru. Penyesuaian harga BBM terakhir kali dilakukan per 10 Juni 2026 dimana harga BBM Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green menjadi Rp17.000 per liter.

Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Bahlil umumkan harga Pertamax menjadi Rp10.500 karena minyak dunia turun adalah tidak benar dan tidak didukung informasi dari media kredibel.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyebutkan bahwa Bahlil umumkan harga Pertamax turun menjadi Rp10.500 karena harga minyak dunia turun adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

Bahlil tidak pernah menyampaikan klaim tersebut dalam keterangan pers mana pun. Ia memastikan harga BBM subsidi, seperti biosolar dan Pertalite tidak mengalami perubahan, atau tetap.

Hingga artikel ini ditulis, PT Pertamina Patra Niaga belum mengumumkan harga BBM terbaru. Pertamina terakhir kali melakukan penyesuaian dan mengumumkan harga BBM terbaru yang berlaku serentak pada 10 Juni 2026

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait PERTAMAX atau tulisan lainnya dari Tim Riset Tirto

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Tim Riset Tirto
Editor: Tim Riset Tirto