Terawan Klaim Vaksin Nusantara Bisa Diproduksi 10 Juta Dosis/Bulan

Oleh: Andrian Pratama Taher - 17 Februari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Vaksin Nusantara adalah vaksin COVID-19 inisiatif Terawan saat masih menjadi Menteri Kesehatan.
tirto.id - Program pengembangan vaksin COVID-19 yang diinisiasi mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dengan nama Vaksin Nusantara (Vaknus) masih terus berjalan. Vaksin tersebut kini memasuki tahap uji klinis fase dua.

Terawan mengatakan, vaksin COVID-19 ini mulai dikembangkan sejak September 2020. Menurut Terawan Vaknus akan diproduksi secara massal bila sudah lolos semua tahap uji klinis dan mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Bisa diproduksi hingga 10 juta dosis per bulan,” kata Terawan dalam keterangan yang diterima, Rabu (17/2/2021).

Terawan lantas mendorong agar Indonesia bisa mempunyai vaksin yang diproduksi dalam negeri. “Kita harus punya kemampuan mandiri untuk membuat vaksin yang platformnya individual," ujarnya.

Mantan Tenaga Ahli Menteri Kesehatan, Andi mengatakan, pengembangan Vaknus bermula dari perintah lisan Presiden Joko Widodo ke Terawan saat masih menjabat sebagai Menteri Kesehatan.

“Waktu itu Pak Terawan diperintah Presiden Jokowi untuk mendapatkan menvaksin COVID-19 yang aman bagi anak – anak dan pasien COVID-19 yang punya penyakit penyerta,” kata Andi dalam keterangan.

Andi memaparkan, Presiden Jokowi memberi perintah pada Agustus 2020 dan satu bulan kemudian Terawan membentuk tim untuk mengembangkan Vaknus.

“Seperti kita tahu, saat ini Vaknus sudah sampai uji klinis tahap kedua,” katanya.

Vaknus adalah vaksin berbasis sel dendritik yang sebelumnya telah dikembangkan oleh AIVITA Biomedical Inc di California, Amerika Serikat. Pengembangan Vaknus melibatkan peneliti dari Universitas Gadjah Mada Jogjakarta, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Universitas Diponegoro Semarang dan RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.

Vaknus diklaim aman untuk segala usia, mulai dari anak-anak (dibawah 17 tahun) sampai usia di atas 60 tahun. Vaksin ini juga disebut aman untuk orang yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).


Baca juga artikel terkait VAKSIN COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Bayu Septianto
DarkLight