Tembok MTsN 19 Pondok Labu Roboh Akibat Hujan, 3 Siswa Tewas

Reporter: Riyan Setiawan, tirto.id - 6 Okt 2022 18:45 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Korban yang tengah bermain di area taman sekolah tertimpa tembok yang roboh, karena tidak mampu menahan luapan air yang ada.
tirto.id - Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan tiga siswa tewas dan dua siswa luka-luka akibat tembok MTsN 19 Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan roboh.

Tembok sekolah tersebut roboh terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur Jakarta sehingga terjadi banjir.

"Pasca hujan lebat yang melanda Jakarta, terjadi peristiwa tembok roboh di Gedung Sekolah MTsN 19 pada Kamis (6/10) pukul 14:50 WIB di Jl. Pinang Kalijati No.1 RT.08/09, Kel. Pondok Labu, Kec. Cilandak, Jakarta Selatan," kata Isnawa melalui keterangan tertulisnya, Kamis (6/10/2022).

Ketiga korban yang meninggal yaitu Dicka Shafa Ghifari, Dendis Al Latif dan Adnan E. Ketiga korban merupakan anak kelas 8. Sementara itu korban luka-luka bernama Aditya Daffa Luthfi yang juga duduk di kelas 8 dan satu orang lagi yang belum diketahui identitasnya.

Isnawa menjelaskan kejadian bermula saat hujan deras menyebabkan air gorong-gorong meluap dan menggenangi area sekolah MTsN 19.

Beberapa siswa yang sedang bermain di area taman sekolah tertimpa tembok yang roboh, karena tidak mampu menahan luapan air yang ada.

Lokasi sekolah berada di dataran rendah, yang sekitarnya terdapat saluran PHB Pinang Kalijati dan di belakang sekolah terdapat aliran sungai.

"Seluruh korban sedang dibawa ke Rumah Sakit Prikasih untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," ucapnya.

Saat ini, personel gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, Dinas Gulkarmat, Dinas SDA, Tagana Dinsos, Basarnas dan TNI/Polri sudah berada di lokasi untuk membersihkan puing tembok yang roboh dan mengevakuasi korban yang tertimpa reruntuhan. Penyedotan air di sekitar lokasi juga sedang dilakukan.

Baca juga artikel terkait BANJIR JAKARTA atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Restu Diantina Putri

DarkLight