Menuju konten utama

Tema Hari Pangan Sedunia 16 Oktober 2022 & Cara Memperingatinya

Tema yang diusung untuk peringatan Hari Pangan Sedunia 2022 adalah "Leave NO ONE Behind" yang artinya jangan tinggalkan siapapun.

Tema Hari Pangan Sedunia 16 Oktober 2022 & Cara Memperingatinya
Petugas mengamati kondisi sayuran yang dibudidayakan menggunakan metode hidroponik saat acara pameran produk pertanian dan produk kuliner lokal bertajuk "Bersama Kita Wujudkan Jogja Mandiri Pangan", Yogyakarta, Kamis (7/9/2017). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

tirto.id - World Food Day atau Hari Pangan Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 16 Oktober. Pada peringatan Hari Pangan Sedunia 2022, tema yang diusung adalah "Leave NO ONE Behind" yang artinya jangan tinggalkan siapapun.

Menurut United Nations Environment Programme (UNEP) Hari Pangan Sedunia 2022 merupakan momen untuk menyoroti krisis pangan yang ada di berbagai belahan dunia. Hingga saat ini banyak orang di dunia yang tidak mampu membeli makanan sehat atau akses untuk memilih makanan bergizi.

Ditambah kondisi krisis yang melanda dunia akibat pandemi COVID-19, perubahan iklim, kenaikan harga, hingga konflik geopolitik semakin memperburuk ketahanan pangan global.

Menurut data dari World Food Programme (WFP) pada tahun 2022 terjadi kasus kelaparan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sejak 2019, jumlah orang yang menghadapi kerawanan pangan akut melonjak dari 135 juta menjadi 345 juta. Setidaknya, ada sebanyak 828 juta orang tidur dalam keadaan lapar setiap malam.

Faktanya, kemajuan teknologi saat ini memang mampu meningkatkan produksi pangan di dunia. Sayangnya, faktor distribusi pangan masih menjadi kendala besar yang persebaran makanan tidak merata.

Akibatnya, dunia masih berkutat pada masalah kelaparan, obesitas, degradasi lingkungan, hingga kehilangan dan pemborosan pangan.

Oleh karena itu, Hari Pangan Sedunia 2022 menjadi waktu yang tepat untuk menyerukan solidaritas global dalam membantu semua populasi, terutama komunitas yang paling rentan mengalami masalah pangan.

Cara Memperingati Hari Pangan Sedunia 16 Oktober 2022

Hari Pangan Sedunia bisa diperingati dengan berbagai cara. Berikut beberapa cara memperingati Hari Pangan Sedunia 16 Oktober 2022 seperti yang dikutip dari Days of The Year:

1. Memberikan donasi

WFP mencatat jumlah dana yang dibutuhkan untuk menjangkau 153 juta orang terdampak kelaparan pada 2022 mencapai 24 miliar dolar AS. Jika dirupiahkan dalam kurs Minggu, 16 Oktober 2022 jumlahnya mencapai Rp371 triliun rupiah.

Jumlah yang sangat besar itu bisa dicukupi dengan penggalangan dana dari setiap individu. Hari Pangan Sedunia bisa menjadi momen yang bagus untuk berdonasi di lembaga-lembaga nirlaba dan komunitas yang fokus menggalang dana untuk program pangan, hingga dapur umum.

Donasi yang dapat disalurkan tidak harus dalam bentuk uang, tetapi bisa juga dalam bentuk makanan seperti beras, tepung, biskuit, sereal, makanan kaleng, dan sebagainya.

2. Mengunjungi produsen makanan

Hari Pangan Sedunia juga bisa dimanfaatkan untuk mempelajari dari mana makanan berasal. Ilmu tersebut bisa diperoleh dengan kunjungan langsung ke peternakan, perkebunan, sawah, atau pabrik-pabrik tempat makanan diproduksi.

Kegiatan ini direkomendasikan untuk orang dewasa maupun anak-anak. Dengan mengetahui bagaimana makanan diproduksi, individu diharapkan lebih menghargai makanan.

3. Mengikuti event Hari Pangan Sedunia

Ikuti acara yang digelar oleh organisasi swasta atau pemerintah setempat untuk merayakan Hari Pangan Sedunia.

Umumnya, banyak lembaga dan komunitas yang menggelar acara khusus untuk memperingati Hari Pangan Sedunia. Beberapa di antaranya meliputi konser amal, dapur umum, gerakan donasi, pawai, hingga maraton.

4. Meramaikan media sosial

Serukan lebih banyak pesan untuk gerakan mengatasi masalah pangan atau kampanye makanan sehat di media sosial. Ini bisa dilakukan dengan mengunggah gambar atau video, mengirimkan tautan berdonasi, hingga mendiskusikan isu-isu kesehatan terkait masalah pangan di dunia.

Baca juga artikel terkait HARI PANGAN SEDUNIA 2022 atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Yantina Debora