Telanjur Maju di Pilkada Jombang, Golkar akan Ganti Nyono Suharli

Oleh: Maya Saputri - 5 Februari 2018
Dibaca Normal 1 menit
Nyono Suharli resmi ditetapkan tersangka korupsi, Partai Golkar masih membahas wacana penggantian calon bupati untuk maju di Pilkada Jombang 2018.
tirto.id - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur sedang melakukan pembahasan di kalangan internal terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Jombang, menyusul calon yang akan diusung, Nyono Suharli Wihandoko, telah ditetapkan tersangka kasus korupsi.

Partai Golkar masih akan berkonsultasi ke KPU Pusat terkait wacana penggantian Nyono dalam Pilkada Jombang.

"Ini yang sedang kami bahas di internal Partai Golkar sekarang. Apakah Pak Nyono yang telah mendaftar di KPU Jombang bisa diganti. Kami masih lihat aturannya dulu di Peraturan KPU," ujar Ketua Koordinator Bidang Kepartaian DPD Partai Golkar Jawa Timur Ibnu Munzir kepada wartawan di Surabaya, Minggu (4/2/2018) malam.

Nyono, yang juga menjabat Bupati Jombang, Jawa Timur, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh petugas KPK atas dugaan korupsi, dengan tuduhan menerima hadiah terkait perizinan dan pengurusan pengisian jabatan di Pemerintah Kabupaten Jombang, senilai total Rp275 juta, pada Sabtu, 3 Februari.

Pada Minggu (4/2/2018), KPK resmi menetapkannya sebagai tersangka, setelah melakukan penyelidikan selama 1 x 24 jam. Ia juga diduga telah menggunakan uang suap sekitar Rp50 juta untuk membayar iklan untuk maju di Pilkada Bupati Jombang 2018. Nyono saat ini ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur.

Menurut Ibnu Munzir, Partai Golkar saat ini masih akan melakukan pembahasan di tingkat internal.
"Ini akan kami lakukan bahasan tersendiri di internal Partai Golkar," tambahnya.

Apabila wacana mengerucut pada penggantian dan secara peraturan, Golkar harus mengajukan calon baru, maka partai siap mengikuti aturan yang ada.

"Kalau dimungkinkan untuk diganti, ya, pasti akan kami ganti. Tapi kita lihat Peraturan KPU-nya dulu," ujar Ibnu.


Nyono Suharli telah resmi mendaftar ke KPU Daerah setempat untuk mengikuti Pilkada Kabupaten Jombang 2018. Dia berpasangan dengan Subaidi Muhtar, yang diusung beberapa partai politik, yaitu PKS, PKB, PAN, dan Nasdem, selain Golkar sendiri, dengan total 27 kursi di parlemen.


Wakil Bupati Jombang Moendjidah juga mendaftar ke KPU setempat untuk bertarung di Pilkada Jombang 2018. Dia berpasangan dengan Sumrambah, yang diusung tiga partai politik yaitu PPP, Partai Demokrat dan Partai Gerindra.

Pasangan lainnya yang akan bertarung di Pilkada Jombang 2018 adalah M Syafiin-Choirul Anam, yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Hanura.


Baca juga artikel terkait PILKADA SERENTAK 2018 atau tulisan menarik lainnya Maya Saputri
(tirto.id - Hukum)

Sumber: antara
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri
a