Menuju konten utama

Syarat Penerima Obat COVID Gratis bagi Pasien Isoman, Kata Menkes

Menkes Budi Gunadi menjelaskan syarat penerima paket obat gratis bagi pasien COVID-19 isolasi mandiri tanpa gejala hingga gejala ringan di Jabodetabek.

Syarat Penerima Obat COVID Gratis bagi Pasien Isoman, Kata Menkes
Ilustrasi Telemedicine. foto/istockphoto,

tirto.id - Layanan telemedicine dan paket obat gratis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akan diperluas ke wilayah Jabodetabek. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, kerja sama Kemenkes RI bersama 11 start up memudahkan pasien COVID-19 isolasi mandiri konsultasi gratis bersama dokter untuk kemudian mendapat obat atau vitamin.

Paket obat yang disediakan untuk pasien COVID-19 isolasi mandiri tanpa gejala hingga gejala ringan mulai berlaku 6 Juli 2021 di DKI Jakarta. Ia pun menjelaskan, akan mempermudah akses telemedicine gratis terutama di setiap ibu kota provinsi, mulai pekan ini.

"Minggu ini rencananya akan kita buka ke Jabodetabek, karena kita sudah lihat sistemnya jalan, kemudian nanti kita akan cepat replikasi ke ibukota-ibukota provinsi," jelas dia saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI Selasa (13/7/2021).

Salah satu syarat bagi penerima layanan paket obat dan vitamin gratis ini yakni pasien sudah menjalani tes positif COVID-19 melalui laboratorium yang terafiliasi Kemenkes RI. Setelahnya, pasien COVID-19 diarahkan untuk berkonsultasi gratis terlebih dulu dengan dokter di 11 aplikasi seperti, Alodokter, Getwell, Good Doctor, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, Pro Sehat, SehatQ, YesDok.

Cara Daftar dan Syarat Penerima Obat COVID Gratis

Terkait prosedur dan cara mendaftarkan untuk mendapatkan fasilitas paket obat gratis adalah, pasien harus memeriksakan diri dan memberikan bukti sudah diperiksa di 742 laboratorium pemeriksaan PCR yang sudah terafiliasi dan terkoneksi langsung dengan Kemenkes. Ada 114 laboratorium di antaranya ada di Jakarta. Sehingga data pasien yang dientri oleh 742 Lab itu akan terbaca oleh database Kemenkes.

Mengutip penjelasan Budi Gunadi dari website Kemenkes, laboratorium nantinya akan memasukkan data pasien dan terhubung langsung dengan database Kemenkes.

Selang sekitar 1 hari, pasien akan menerima pesan Whatsapp dari Kemenkes yang memuat link untuk konsultasi online dan sebuah kode untuk mendapatkan obat gratis.

“Jadi data (pasien) yang sudah masuk ke kami, maka akan kami kirim WA untuk yang benar-benar sudah terkonfirmasi positif tes PCR-nya agar bisa berkonsultasi dengan salah satu dari 11 aplikasi ini. Begitu sudah konsultasi kemudian pasien memasukkan satu kode nanti kode itu akan membuka jalan mendapatkan obat yang gratis,” papar Menkes.

Sampai sekarang, lanjut Menkes, layanan telemedicine ditujukan untuk pasien yang baru terpapar setelah diluncurkan platform telemedicine ini, dan pasien tersebut berdomisili di DKI Jakarta.

“Jadi belum bisa orang langsung mencari dan melakukan konsultasi online tanpa dites PCR di Lab yang terafiliasi dengan Kemenkes. Karena kita perlu verifikasi apakah yang bersangkutan benar-benar sudah terpapar COVID-19 positif,” jelasnya.

Selain itu, platform ini juga bisa dipakai di aplikasi Pedulilindungi pada saat akan melakukan perjalanan menggunakan pesawat, sehingga tidak perlu lagi membawa dokumen syarat perjalanan dalam bentuk fisik.

Pemerintah terus mencari cara yang terbaik untuk tetap bisa melayani masyarakat tetapi dengan risiko penularan yang sekecil-kecilnya. Sehingga keluarlah ide telemedicine ini dan setelah dikaji ide ini dinilai akan efektif dalam memantau kondisi pasien COVID-19 yang isolasi mandiri.

“Jadi mereka (platform telemedicine) mau memberikan layanan konsultasi dokter yang gratis setiap hari selama masa inkubasi 14 hari mereka akan tinggal. Mereka juga nanti akan bisa mengeluarkan resep obatnya, mereka juga bisa berhubungan dengan lab-lab yang sudah diakreditasi oleh Kementerian Kesehatan untuk melihat pasien positif atau tidak, dan nanti akan menyambungkan ke apotek- apotek di mana kita nanti akan mengirimkan obatnya atau juga pasiennya bisa ambil sendiri ke apotek di Jakarta,” tutur Menkes.

Untuk pengiriman paket obat, lanjut Menkes, dibantu oleh jasa ekspedisi Sicepat. Nantinya untuk konsultasi gratis akan difasilitasi oleh 11 platform telemedicine, sementara untuk biaya obat gratis disediakan oleh Kementerian Kesehatan, dan untuk pengirimannya dibantu oleh Sicepat.

“Jadi saya terima kasih sekali ini bukan hanya menjadi program pemerintah tapi sudah menjadi gerakan dimana seluruh komponen bangsa, kelompok-kelompok sosial juga mau berpartisipasi menyumbangkan sesuai dengan kemampuan,” ujar Menkes.

Baca juga artikel terkait OBAT COVID-19 GRATIS atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Maya Saputri