Menuju konten utama

Subsidi Kendaraan Listrik, Ini Saham yang Berpeluang Meroket

Analis menilai program pemerintah memberikan bantuan pembelian kendaraan listrik berdampak pada saham perusahaan kendaraan listrik salah satunya SLIS.

Subsidi Kendaraan Listrik, Ini Saham yang Berpeluang Meroket
Karyawan melintas di depan layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/1/2023). IHSG ditutup melemah 14,07 poin atau minus 0,2 persen di level 6.860 pada Selasa (24/1). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

tirto.id - Pemerintah akan memberikan bantuan pembelian kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) untuk sepeda motor sebanyak 250.000 unit dengan nilai anggaran mencapai Rp1,75 triliun. Bantuan tersebut masing-masing diberikan senilai Rp7 juta terdiri dari 200.000 pembelian unit kendaraan baru dan sisanya 50.000 unit untuk konversi dari BBM ke listrik.

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan bantuan pembelian kendaraan listrik sebanyak 35.900 unit untuk roda empat dan bus sebanyak 138 unit. Bantuan ketiga jenis kendaraan tersebut berlaku efektif pada 20 Maret 2023 dan diberikan sampai dengan akhir Desember 2023.

Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih menuturkan, adanya bantuan pembelian untuk kendaraan listrik otomatis akan berpengaruh kepada perusahaan-perusahaan terjun ke kendaraan listrik. Salah satunya PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS).

Saham SLIS bergerak sideways, membentuk morning star candle dengan volume naik signifikan indikasi peluang rebound. Stochastic golden cross dan MACD bar histogram dalam momentum positif.

Kinerja SLIS per September 2022 tercatat solid terlihat penjualan tumbuh 11,13 persen YoY mencapai Rp356,93 miliar. Hal ini tidak lepas dari insentif kendaraan motor listrik diberikan pemerintah sebesar Rp7 juta per unit.

"Sepeda listrik Selis telah memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen, salah satu syarat insentif kendaraan motor listrik," katanya, Rabu (8/3/2023).

Selain SLIS, terdapat dua merk lain yang telah mendaftarkan diri dalam program ini. Yaitu Gesits yang merupakan anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA). Kemudian merek Volta, usaha hasil patungan PT NFC Indonesia Tbk. (NFCX) dan layanan ekspedisi PT SiCepat Express Indonesia (SiCepat),

Saham WIKA parkir di Rp605, turun 4,72 persen dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya di Rp635. WIKA diperdagangkan di rentang harga Rp605—Rp604 sepanjang sesi, dengan total 19,82 juta saham yang ditransaksikan senilai Rp12,15 miliar.

Kenaikan harga saham justru terlihat pada NFCX yang ditutup menguat 3,32 persen ke harga Rp7.000. Sebanyak 128.100 saham emiten Grup MCAS itu diperdagangkan sepanjang sesi, dengan nilai transaksi mencapai Rp860,35 juta.

Baca juga artikel terkait SUBSIDI KENDARAAN LISTRIK atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Bisnis
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Intan Umbari Prihatin