Studi: Belanja Online di Malam Hari Bisa Picu Pengeluaran Berlebih

Oleh: Yonada Nancy - 11 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
Hasil studi sebut, berbelanja online pada malam hari bisa memicu pengeluaran berlebih.
tirto.id - Bagi Anda penggemar belanja online, barangkali perlu mengantisipasi untuk tidak berbelanja di malam hari.

Baru-baru ini, sebuah penelitian menunjukkan bahwa berbelanja di malam hari dapat memengaruhi kondisi mental seseorang hingga melakukan pembelian secara berlebih.

Menurut Money and Mental Health Policy Institute, membuka website toko online pada larut malam, meningkatkan kemungkinan seseorang melakukan banyak pembelian.

Risiko ini diperkuat apabila seseorang memiliki masalah mental tertentu yang membuat mereka kesulitan tidur di malam hari.

Hal ini bisa terjadi karena ketika seseorang kesulitan untuk tidur dan memutuskan untuk ‘mencuci mata’ di toko online, akan menimbulkan suatu kondisi mental tertentu yang membuat seseorang terdorong untuk melakukan pembelian.

Dorongan-dorongan tersebut tentu akan meningkat seiring dengan kemudahan dalam melakukan pembayaran.

Saat ini sudah banyak sekali toko online yang mendukung pembayaran melalui berbagai platform, mulai dari toko retail, kartu kredit, ataupun internet banking.

Tentunya ini menjadi kelebihan dari berbelanja online, yakni lebih praktis dan mudah ketimbang berbelanja di toko yang mengharuskan konsumennya pergi ke lokasi dan mengantri.

Kemudahan-kemudahan inilah yang menjadi faktor peningkat keinginan membeli, apalagi ditambah dengan penawaran-penawaran tertentu seperti diskon dan cashback.

“Ketika Anda berjuang dengan kesehatan mental, maka Anda juga bisa akan lebih sulit untuk tidur dimalam hari dan Anda lebih rentan terhadap pengeluaran implusif yang meningkatkan pengeluaran yang tidak terjangkau di malam hari” kata Katie Alpin, ketua dari survei ini seperti yang dikutip dari Independent.

Hal ini diperkuat dengan sebuah survei yang dilakukan oleh John Lewis Partnership Card beberapa waktu lalu.

Dilansir dari BBC, survei tersebut menunjukkan bahwa satu dari 15 transaksi pembelian online dilakukan antara tengah malam hingga pukul 6 pagi. Bahkan, pada tahun 2018 jumlah transaksi tersebut meningkat sebesar 23 persen dari satu tahun sebelumnya.

Dalam survei ini wanita lebih banyak melakukan transaksi, karena pria cenderung lebih banyak melakukan aktivitas di malam hari dibanding wanita.

Pada survei John Lewis ini setidaknya terdapat lima item yang populer diburu pada malam hari, yakni duvet cover, televisi, laptop, telepon genggam, dan lemari pendingin.

Peristiwa semacam ini tentu akan dimanfaatkan oleh para marketing di perusahaan-perusahaan toko online. Banyak perusahaan toko online yang mengirimkan pesan tentang promo tertentu kepada konsumennya di malam hari. Hanya dengan satu kali klik, para konsumen dapat dengan mudah mengakses produk yang mereka tawarkan.

Menurut Chris Field, seorang analist perdagangan mengatakan bahwa peristiwa semacam ini bisa menimbulkan trend marketing baru.

Dalam wawancaranya dengan BBC, ia mengatakan bahwa banyak perusahaan-perusahaan online yang mempertimbangkan untuk mempekerjakan karyawannya bahkan pada malam hari, “Pedagang berusaha memahami apakah mereka perlu memiliki semaam shift malam di pusat kontak mereka, sehingga setidaknya ada beberapa orang yang tersedia untuk membantu pesanan dan menjawab pertanyaan (konsumen)” katanya.


Baca juga artikel terkait BELANJA ONLINE atau tulisan menarik lainnya Yonada Nancy
(tirto.id - Gaya Hidup)

Kontributor: Yonada Nancy
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Yandri Daniel Damaledo
DarkLight